PEMERINTAH KOTA MAGELANG

Ribuan Umat Katolik Gelar Kirab Salib Jumat Agung di Kota Magelang

Rudi || Diskominsta

Sabtu, 4 April 2026

Bagikan :

Ribuan umat Katolik memadati kawasan Alun-alun Kota Magelang

KOTA MAGELANG – Ribuan umat Katolik memadati kawasan Alun-alun Kota Magelang dalam prosesi Kirab Salib Tahun 2026 yang berlangsung khidmat pada Jumat (3/4/2026).

 

Selain memperingati wafatnya Yesus Kristus (Jumat Agung), kegiatan ini sekaligus untuk menyambut Hari Jadi ke-1120 Kota Magelang.

 

​Wali Kota Magelang, Damar Prasetyono, yang hadir dalam acara tersebut memberikan apresiasi tinggi atas ketertiban dan kekhidmatan penyelenggaraan kirab. 

 

Menurutnya, acara ini bukan sekadar ritual keagamaan, melainkan simbol kuatnya toleransi di Kota Magelang.

 

“Ini bukan hanya bagian penting dari kehidupan umat Katolik, tetapi juga menjadi cerminan kehidupan sosial masyarakat Kota Magelang yang harmonis dan rukun meski dalam keberagaman,” ujar Damar di sela-sela kegiatan.


​Damar menambahkan, Kirab Salib memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi daya tarik wisata religi yang masuk dalam agenda tahunan kota.

 

​“Apabila diselenggarakan dengan optimal, ini memberikan nilai tambah bagi seluruh masyarakat dan memperkuat dinamika kehidupan kota yang inklusif,” tambahnya.


Ketua Panitia Kirab Salib 2026, Albertus Indra Febriawan, menjelaskan, selain perenungan wafatnya Yesus, kegiatan ini menjadi momentum bagi umat untuk mendoakan kesejahteraan Kota Magelang.

 

​“Ini menjadi titik mulai kami bersyukur untuk Kota Magelang. Kami berdoa agar kota ini tetap nyaman, asri, dan warganya saling peduli. Kami juga ingin meneguhkan posisi umat Katolik dalam mendukung keharmonisan kota,” jelas Indra.


Ada yang istimewa dalam kirab tahun ini. Pertama kalinya, relik Salib Yesus yang selama ini tersimpan di Gereja St. Ignatius sejak tahun 1900, dibawa keluar untuk dikirab.

 

​“Kami tampilkan relik Salib Yesus yang (asal-usulnya) ada di Yerusalem. Ini kali pertama dikirab di Kota Magelang. Sejak tahun 1894 data tersebut ada, dan gereja ini berdiri tahun 1900, relik tersebut biasanya hanya berada di dalam,” ungkapnya.


Secara khusus, ia menyampaikan terima kasih atas partisipasi aktif aparat keamanan, anggota Banser dan lainnya yang turut mengawal jalannya kirab.

 

​“Kota Magelang sudah dikenal sebagai kota toleran, dan hari ini kita buktikan bersama. Harapannya, damai, sukacita, dan toleransi ini senantiasa terjaga dari gereja untuk Kota Magelang,” katanya.


Romo Paroki Santo Ignatius, FX Alip Suwito Pr menambahkan, sebanyak 13 salib pengharapan dari 13 wilayah paroki Gereja Santo Ignatius diarak oleh sekitar 1.200 umat.

 

Masing-masing wilayah membawa ikon salib unik serta benda-benda rohani untuk diberkati di akhir ibadah. (Prokompimkotamgl)

 

Bagikan :