Pemerintah Kota Magelang kembali menyelenggarakan program perluasan kesempatan kerja berupa kegiatan padat karya non bahan. Program padat karya non bahan  berlangsung di 17 (tujuh belas) kelurahan se-Kota Magelang selama 20 hari kerja dan melibatkan 64 pekerja per lokasi

“Total ada sekitar 1.088 pekerja yang terlibat dalam program padat karya non bahan ini. Dengan total upah sebesar Rp. 986 juta. Seluruhnya tersebar di berbagai lokasi di seluruh kelurahan,”jelas Sumartono, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Magelang

Tujuan utama dari program padat karya ini adalah untuk menciptakan lapangan kerja sementara yang dapat memberikan tambahan penghasilan bagi masyarakat utamanya keluarga-keluarag misikin atau kurang mampu yang mengalami kehilangan penghasilan atau pekerjaan tetap.

Kegiatan padat karya non bahan ini akan dilaksanakan secara bertahap berdasarkan wilayah kecamatan. 6 kelurahan di wilayah kecamatan Magelang tengah akan dilaksanakan tanggal 13 September s/d 5 Oktober 2017, Wilayah Magelang Utara mulai tanggal 18 September s/d 10 Oktober 2017 dan wilayah Magelang Selatan dilaksanakan mulai tanggal 2 Oktober s/d 24 Oktober 2017

Sumartono mengatakan bahwa program padat karya non bahan ini memiliki banyak manfaat antara lain pembersihan sarana dan prasarana atau lingkungan serta perbaikan sarana umum masyarakat di wilayah setempat seperti pembersihan wallet/lumpur dan gorong-gorong.

Ia menjelaskan bahwa masalah ketenagakerjaan dari waktu ke waktu masih diwarnai dengan tingkat pertumbuhan angkatan kerja yang tinggi serta terbatasnya kesempatan kerja yang tersedia

Berdasarkan data statistik (Magelang dalam angka) Tahun 2016 jumlah angkatan kerja di Kota Magelang adalah 61.061 orang, jumlah yang bekerja 57.133 orang sedangkan jumlah pengangguran terbuka di Kota Magelang sebanyak 3.927 orang atau 6,34%.

Menurut Wali Kota Magelang Sigit Widyonindito saat membuka kegiatan tersebut di kampung pasar telo ,kamis (14/9) mengatakan bahwa dari data yang ada jumlah pengangguran terbuka di Kota Magelang terbilang tinggi. Hal tersebut membuktikan bahwa masih ada masyarakat di Kota Magelang yang belum dapat menikmati kesejahteraan

“Kondisi tersebut membutuhkan perhatian dan penanganan serius dari berbagai pihak termasuk Pemerintah Kota Magelang. Perluasan kesempatan kerja melalui program padat karya non bahan bisa menjadi salah satu solusi  untuk mengatasi tenaga kerja setengah penganggur/pengangguran  sementara,”ujarnya.

“Mudah-mudahan program ini bisa tepat sasaran. Program ini memang diperuntukkan bagi masyarakat yang benar-benar membutuhkan pekerjaan sehingga bisa mendapatkan pendapatan untuk keluarganya,”kata Sigit.

“Patut disyukuri tahun 2017 ini semua kelurahan mendapatkan alokasi padat karya insfrastruktur maupun padat karya non bahan. Tahun 2018 nanti dan seterusnya semua kelurahan tetap mendapatkan alokasi baik padat karya insfrastruktur maupun padat karya non bahan, ujarnya.

Ia pun menjelaskan bahwa saat ini dana yang tersedia di Pemerintah masih belum cukup mampu untuk menyerap jumlah tenaga kerja penganggur dan setengah penganggur yang ada. Nantinya pekerja yang terlibat dalam kegiatan ini diharapkan untuk melaksanakan kegiatan dengan sebaik-baiknya dan bisa mengelola dana dengan baik.

“Meskipun hanya bekerja 4 jam per harinya mulai pukul 8 pagi s/d 12 siang diharapkan masyarakat bekerja dengan sungguh-sungguh dan penuh disiplin. Jangan sampai anggaran untuk pembayaran upah sudah habis, pekerjaan belum selesai.Manfaatkan dan gunakan dengan sebaik-baiknya,”katanya.

Ia pun berharap seluruh masyarakat bisa menjaga dan memelihara sarana dan prasarana lingkungan yang bersih dan sehat serta dapat membelanjakan upah yang diterima untuk keperluan yang bermanfaat bagi peningkatan kesejahteraan keluarga. Harapannya masyarakat Magelang semakin maju dan tambah sejahtera. (Ris/Hms)