Berawal dari perhatian terhadap kaum difabel dan pekerja di jalanan Kota Magelang, Nawang Diani terpilih menjadi salah salah satu peserta program The Young Southeast Asian Leaders Initiative (YSEALI). Project yang diajukannya dalam program tersebut, akhirnya disetujui.

YSEALI sendiri merupakan program yang diprakarsai oleh mantan Presiden Amerika Serikat (AS), Barack Obama, sejak 2013 lalu. Program tersebut, diperuntukkan bagi pemuda-pemudi di Asia Tenggara usia 25-35 tahun. Nawang merupakan satu diantara 20 peserta dari Indonesia. Tahun ini dia berkesempatan mendapat pelatihan keahlian praktis, ketrampian kepemimpinan, dan jaringan professional, selama 5 minggu di Negeri Paman Sam tersebut.

Nawang yang berlatar belakang sebagai pengusaha, menjalankan program seputar pemberdayaan ekonomi, yang diawasi langsung oleh Rosie's Place, sebuah lembaga nirlaba asal AS yang bergerak di bidang serupa. Dalam kurun waktu itu, ia mengajukan proposal untuk pengadaan makanan bagi kaum difabel.

"Selama mengikuti YSEALI, saya diminta membuat program yang nantinya bisa diaplikasikan di daerah asal, atau di Kota Magelang. Program yang saya namai 'Wismangan' itu akhirnya disetujui dan diberi kucuran dana," katanya saat beraudiensi dengan Walikota Magelang, Sigit Widyonindito, Senin (21/8).

Lanjut Nawang, akhir pekan lalu, ia sudah membagikan nasi bungkus sebanyak 105, untuk kaum difabel, warga kurang mampu dan tukang becak di Kota Magelang. Disamping itu, perwakilan Rosie's Place didampingi dari Kedutaan Besar Amerika juga hadir ke Kota Magelang untuk memastikan, apakah program yang dibiayai oleh YSEALI tersebut, benar dijalankan atau tidak.

"Katie Amoro, Development Division at Rosie's Place, juga ikut ke Kota Magelang. Selama di sini, ia akan melihat kondisi sosial di Kota Magelang, juga berkunjung Posyandu, Sekolah Luar Biasa (SLB). Setelah ngobrol dengan Pak Walikota, ia juga tertarik untuk naik ke Gunung Tidar," jelasnya.

Ia memaparkan, sejauh ini, anggaran untuk menjalankan program 'Wismangan' sudah cair 80 persen dari YSEALI. Kemudian, lanjutnya, 20 persen sisanya, bakal dicairkan nanti saat program sudah dijalankan sepenuhnya dan mendapat verifikasi. Untuk itu ia berharap dukungan moril dari pemerintah daerah.

"Program ini baru permulaan. Nanti dari pihak YSEALI, masih ada program lebih lanjut. Tentunya dengan anggaran yang lebih besar. Karena itu, kami membutuhkan dukungan moril dari pemerintah, supaya program-program saya berikutnya bisa disetujui kembali," ucapnya.

Sementara itu, Walikota Magelang, Sigit Widyonindito, mengaku tak menyangka, ada anak muda asal Kota Magelang yang berhasil lolos mengikuti program yang dicanangkan oleh Kementerian Luar Negeri AS itu. Hal tersebut, tentu menjadi sebuah kebanggaan tersendiri. Ia berharap, prestasi ini bisa diikuti oleh putera daerah lainnya.

"Besar harapan saya, anak-anak muda dari Kota Magelang bisa mengikuti jejak Mbak Nawang, menimba ilmu sampai Amerika Serikat, walau hanya dalam waktu yang singkat. Hal positif yang didapat selama di sana, bisa diaplikasikan untuk pembangunan dan kemajuan Kota Magelang tercinta," ucapnya.

Sigit pun mendorong pada para Pegawai Negeri Sipil (PNS) di jajaranannya, untuk mencoba mengikuti program tersebut. Sebab, lanjutnya, peluang itu, terbuka untuk kalangan umum, dimana PNS juga mempunyai kesempatan yang sama.

"Peluang positif untuk PNS. Apalagi, program ini seluruhnya dibiayai oleh Kementerian Luar Negeri AS," pungkas Sigit didampingi Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP4KB) Kota Magelang, Wulandari Wahyuningsih.