Kota Magelang  masuk sebagai finalis Rating Kota Cerdas Indonesia (RKCI) Tahun 2017 untuk kategori kota kecil berdasarkan penilaian Tim Smart City and Community Innovation Centre (SCCIC) Institut Teknologi Bandung.

Sebagai tahapan penilaian, dua assessor dari Tim SCCIC Institut Teknologi Bandung (ITB) melakukan verifikasi lapangan di Kota Magelang, Kamis (10/8/2017). Mereka diterima langsung Walikota Sigit Widyonindito, di dampingi Asisten Adminitrasi Setda, Isa Ashari, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan (Bappeda) Joko Soeparno, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominsta) Catur Budi Fajar, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub)  Suryantoro, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Joko Budiyono, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Fatma Murtinigsih, serta sejumlah pegawai Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kota Magelang.

“Ini sebuah kebanggaan Kota Masuk nominasi peraih Rating Kota Cerdas Indonesia (RKCI) tahun 2017 kategori kota kecil. Tentunya akan menambah semangat di jajaran kami untuk melayani masyarakat dengan baik,” kata Sigit saat menerima dua assesor Iqbal Fityan Genial dan Aulia Rinald Muhammad di Ruang Rapat Walikota.

Sigit mengatakan, jika Tim SCCIC saat melakukan verifikasi di lapangan menemukan hal-hal yang masih perlu dibenahi jangan segan-segan menyampaikan kepada Pemkot Magelang. “Nanti bisa menjadi evaluasi kebijakan pembangunan yang selaras dengan konsep kota cerdas. Selain kebanggaan, ini  juga menjadi beban karena harus mempertahankan predikat Kota Cerdas yang pernah diraih 2015 yakni Kota Cerdas di bawah penduduk 200 ribu jiwa dan Kota Cerdas bidang ekonomi,” ujarnya.

Sementara itu, Assesor Iqbal Fityan Genial mengatakan, sebelumnya ada 93 kota yang mengusulkan dilakukan assesment secara online dan disebar kuisioner, kemudian sekarang dilakukan assessment kedua yang masuk finalis 31 kota. 

“Di Jawa Tengah ada empat yakni kategori Kota Besar Semarang, Kota Menengah Surakarta, untuk kota kecil Salatiga dan Kota Magelang,” kata Iqbal.

Iqbal menuturkan,  selama dua hari di  Kota Magelang, mereka akan memotret tentang cara Pemkot Magelang mengelola permasalahan yang dihadapi dan memaksimalkan potensi yang ada untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. 

“Saat ini kami menilai sejauh mana yang sudah terlaksana. Kita punya model Garuda Smart City Model, untuk Kota Magelang sendiri sudah diterapkan bahkan sejak tahun kemarin,” tuturnya.

Menurutnya, RKCI tidak bertujuan untuk mencari pemenang. Namun, agar kota-kota itu dapat berkolaborasi, saling bertukar informasi serta memanfaatkannya untuk tata kota yang lebih baik di masa mendatang.

Pada kesempatan itu, tim Tim SCCIC melakukan peninjauan di beberapa OPD yakni Diskominfo, Dinas Kesehatan, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Dinas Perhubungan, Dinas Pekerjaan Umum dan Permukiman, Dinas Perindustrian Perdagangan dan Badan Penelitian dan Pengembangan. (Git/Humas)