Penataan Pasar Rejowinangun Kota Magelang diapresiasi oleh tim penilai Anugerah Pancawara. Anugerah Pancawara adalah penghargaan yang diberikan kepada pengelola pasar rakyat baik Pemerintah Daerah, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), maupun swasta yang berhasil mengelola, mengembangkan, dan melakukan inovasi untuk kemajuan pasar rakyat di Indonesia. 

“Penataan pasar sudah baik, pedagang juga sudah banyak menempati di tempat sesuai peruntukannya. Sirkulasi pengunjung lancar, namun yang harus diperhatikan adalah kebersihan, agar transaksi jual beli bisa makin nyaman,” kata Ketua Tim Penilai, Sulistiono, saat melakukan verikasi penilaian ke Pasar Rejowinangun, Senin (8/8/2017).

Anugerah Pancawara yang diprakarsai oleh Yayasan Danamon Peduli bekerjasama dengan Majalah SWA ini bertujuan ingin mengetahui dan memperoleh feedback terkait perkembangan pasar rakyat di Indonesia. Selain itu memberikan apresiasi kepada Pemerintah Daerah, BUMD maupun Pihak Swasta yang berhasil mengelola, mengembangkan dan melakukan inovasi untuk kemajuan pasar rakyat.

“Kami lembaga independen yang ingin megetahui bagaimana pasar bisa memberikan inspirasi dan role model tentang pengelolaan pasar rakyat di Indonesia. Salah satunya adalah Pasar Rejowinangun yang menjadi finalis lomba ini, jika masuk kriteria penilaian dan memberikan inspirasi yang baik, tentunya bisa meraih penghargaan ini,” ujar Sulis.

Dalam kesempatan tersebut tim penilai mengecek sejumlah fasilitas umum yang tersedia di pasar ini, diantaranya penitipan anak, pojok asi, layanan kesehatan, pasar tertib ukur, kantor paguyuban pedagang pasar, serta berdialog langsung dengan beberapa pedagang.

“Tahapan penilaian berikutnya, perwakilan dari Pemkot Magelang akan paparan di Jakarta, Tanggal 10 Agustus mendatang, ini juga menentukan dapat tidaknya meraih penghargaan ini,” tuturnya. 

Sementara itu Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Diperindag) Kota Magelang, Joko Budiyono mengemukakan, untuk menjaga pasar agar tetap bersih dan terawat pihaknya mengerahkan puluhan petugas kebersihan. Selain itu juga sering melakukan sosialisasi dan pembinaan agar pedagang bisa membersihkan lingkungan tempat berjualan masing-masing tanpa bergantung dengan petugas kebersihan.

“Sudah kita sampaikan bahwa kebersihan menjadi tanggung jawab bersama. Keamanan pasar juga kita jamin, dengan perlengkapan alat kamera pengintai serta petugas keamanan selama 24 jam,” ungkapnya.

Untuk meningkatkan kunjungan, Pasar Rejowinangun menggelar kesenian tradisional setiap Minggu Pahing. Sejumlah kelompok kesenian lokal digandeng untuk menghibur para pengunjung di sekitar pusat kuliner pasar setempat. (Git/Humas)