FKUB Sebagai Pemersatu Umat bangsa
Kota Magelang - Dalam rangka memperkokoh tali silaturahim Pasca Pemilukada Walikota dan Wakil Walikota Magelang tahun 2010, Pemerintah Kota Magelang menyelenggarakan Sarasehan Antar Umat Beragama. Acara berlangsung di Gedung Wanita, Rabu (7/7). Hadir dalam acara tersebut, Wakil Walikota Magelang H Noor Muhammad, Kasdim 0705 Mayor Hariadi, Kabag Bina Mitra Polresta Magelang Kompol Sugianto serta sejumlah pejabat SKPD di lingkungan Pemerintah Kota Magelang.
Kegiatan ini bertujuan dalam rangka memfasilitasi silaturahmi untuk menjalin dan mempererat persatuan di antara umat beragama di Kota Magelang. Walikota Magelang H fahriyanto dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Wakil Walikota Magelang menghimbau kepada peserta sarasehan khususnya, agar tidak mudah terpancing isu-isu negatif yang disebarkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab yang bertujuan untuk memecah belah persatuan dan kesatuan di Kota Magelang pasca pelaksanaan Pemilukada. ”Para peserta hendaknya bisa menyimak dan berpartisipasi aktif dalam sesi Tanya jawab, kemudian bisa menularkan hasilnya kepada rekan-rekan, kolega, tetangga, saudara atau anggota keluarganya dalam rangka menjaga kerukunan antar umat beragama khususnya di Kota Magelang”, ujarnya.
Bertindak sebagai nara sumber, ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) provinsi Jawa Tengah DR. Abu Hapsin, Kasdim 0705, serta Drs. H. Ahmad Zubaidi Kepala Kementrian Agama Kota Magelang. Jumlah peserta sekitar 120 orang, masing-masing dari tokoh dan perwakilan tiap-tiap agama di Kota Magelang.
Dalam kesempatan tersebut, Abu Hapsin mengatakan kaitannya dengan Pilkada akhir-akhir ini agama sering dijadikan “kuda tunggang” untuk kepentingan-kepentingan poltik. Para politisi sering memanfaatkan agama untuk melakukan mobilisasi sosial, untuk menjatuhkan lawan politik, dan bahkan mengangkat citra dirinya juga sering menggunakan symbol-simbol agama. “Tokoh Agama semestinya ikut berperan serta dalam mencerdaskan masyarakat, dengan demikian kepentingan politik yang menggunakan bendera agama bisa ditanggapi dengan dewasa dan cerdas oleh masyarakat dalam menyikapi figur sorang pemimpin”, terangnya. (Anggit)

