Anda Disini: Home Pemerintahan SKPD / Instansi Dinas Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata MUSEUM SUDIRMAN KOTA MAGELANG : RIWAYATMU DULU, NASIBMU KINI (oleh : Arif Budi Setiawan)

MUSEUM SUDIRMAN KOTA MAGELANG : RIWAYATMU DULU, NASIBMU KINI (oleh : Arif Budi Setiawan)

Museum Sudirman di Kota Magelang dulunya adalah rumah tinggal Jenderal Sudirman. Di rumah inilah Jenderal Sudirman menikmati masa peristirahatan, bahkan sampai meninggal dunia. Rumah ini sekarang telah menjadi Museum Sudirman, menyimpan koleksi barang-barang pribadi sang jenderal. Namun pemeliharaanya terkesan serampangan, asal-asalan, dan tidak berorientasi pada nilai jual museum itu sendiri.

Kota Magelang memiliki beberapa objek wisata musem, diantaranya Museum Bumi Putera, Museum Abdul Djalil, Museum BPK, Museum Diponegoro, serta Museum Sudirman. Dari jumlah tersebut hanya Museum Sudirman yang pengelolaannya berada di bawah Pemerintah Kota Magelang, yaitu Museum Sudirman. Museum Sudirman yang terletak di jalan Ade Irma Suryani nomor C7 Kota Magelang adalah rumah tinggal sekaligus tempat peristirahatan Jenderal Sudirman setelah purna tugas memimpin pergerakan perjuangan kemerdekaan Indonesia. Di rumah inilah Jenderal Sudirman menghabiskan akhir hidupnya dibawah perawatan dokter pribadi.
Jenderal Sudirman kala itu disarankan untuk beristirahat di Kota Magelang yang hawanya sejuk, tenang, dan nyaman. Rumah tinggal di kawasan Potrobangsan inipun sangat mendukung sebagai tempat beristirahat karena di sebelah barat langsung berhadapan dengan panorama gunung Sumbing yang berdiri gagah dan megah. Sungguh suatu tempat yang sangat nyaman untuk rehat atau mengaso. Di rumah ini Jenderal Sudirman selain didampingi keluarga dekat, juga ditemani dokter pribadi, serta ajudan setia.
Kompleks rumah tersebut terdiri dari 5 ruang di gedung utama serta beberapa ruang tambahan di bagian belakang yang terpisah dari gedung induk. Di gedung utama terdapat ruang tamu, ruang dokter pribadi, ruang istirahat, ruang tidur, serta ruang makan. Terpisah dari rumah induk adalah kamar ajudan, perpustakaan pribadi, mushola, dapur, serta kamar mandi.
Saat ini, pengelolaan Museum Sudirman berada dibawah tanggung jawab Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata Kota Magelang, utamanya Bidang Kebudayaan. Ini sebagai kelanjutan tugas dari Kantor Kebudayaan dan Pariwisata Kota Magelang yang pada tahun 2008 dilebur dengan Subdin Pembinaan Pemuda Olahraga Dinas Pendidikan Kota Magelang menjadi Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata Kota Magelang.
Sebagai pihak yang diberi tanggung jawab mengelola Museum Sudirman, Bidang Kebudayaan di Disporabudpar memiliki wewenang mengajukan anggaran dari APBD Kota Magelang, dan apabila disetujui, selanjutnya mengelola anggaran tersebut. Anggaran itu meliputi dana pemeliharaan gedung, penambahan koleksi (repro foto), serta peningkatan kapabilitas penjaga museum. Pada tahun 2007, dilaksanakan rehabilitasi gedung senilai 240 juta. Ini untuk pemasangan paving, perbaikan kayu penyangga atap gedung yang rapuh dan penggantian genting yang bocor disana-sini sebesar 200 juta; sisa 40 juta digunakan untuk pengelolaan kekayaan budaya. Setelah tahun 2007 itu, praktis tidak lagi ada rehab besar di Museum Sudirman. Tiap tahun hanya dilaksanakan perbaruan warna cat tembok museum. Padahal tiap tahunnya Disporabudpar lewat Bidang Kebudayaan mengajukan anggaran yang cukup besar untuk pemeliharaan museum.
Koleksi museum juga tidak mengalami penambahan berarti. Benda-benda koleksi lama, seperti meja kursi tamu, tempat tidur, meja kursi makan, almari makan juga terkesan tidak terawat dan terabaikan. Koleksi foto-foto lama banyak yang telah pudar, kusam. Usaha penambahan koleksi dilakukan dengan repro foto-foto lama. Namun itupun tidak memberikan banyak sumbangan signifikan bagi perkembangan museum.

Kepemilikan gedung pun sebenarnya masih menjadi polemik. Dalam catatan Badan Pertanahan Nasional status Rumah Sudirman adalah milik Ziebang TNI Angkatan Darat. Entah mulai kapan menjadi Museum Sudirman. Saat ini dikonfirmasi kepada Bidang Kebudayaan Disporabudpar, Kepala Bidang maupun Kasi Sejarah dan Kepurbakalaan serempak menggelengkan kepala tanpa bisa memberikan keterangan lebih lanjut.
Wisata museum apabila dikelola dengan tepat dapat menjadi media pendidikan ilmu sejarah bagi para siswa maupun wisatawan. Dengan anggaran APBD yang tersedia, seharusnya Disporabudpar mampu menghadirkan museum yang memiliki daya tarik untuk dikunjungi; menampilkan citra museum sebagai tempat pembelajaran yang menyenangkan tentang cerita masa lalu, dan bukan hanya sekedar gedung suram muram penanda masa silam.

Document Actions
Kepala Daerah
  • Ir H Sigit Widyonindito MT
  • Joko Prasetyo S.Sos
Pengumuman
Internal SKPD

SKPD

Cek email

Login

« Mei 2012 »
Mei
MoTueWedThuFrSatSun
123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031