Antisipasi Overload Pemotongan Hewan Qurban, RPH Kota Magelang Terapkan SOP Untuk Tekan Kerumunan Orang

MAGELANG–Mengantisipasi lonjakan pemotongan hewan selama penyelenggaraan Idul Adha 1441 H, Rumah Potong Hewan (RPH) Kota Magelang akan menegakkan Standar Operating Procedure (SOP) dan melakukan simulasi pelaksanaan pemotongan hewan qurban. Hal ini dimaksudkan untuk kelancaran kegiatan pemotongan di RPH yang diperkirakan overload pada hari jumat-sabtu (31/07/2020-01/08/2020) mendatang. Demikian disampaikan Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Disperpa) Kota Magelang, Eri Widyo Saptoko didampingi Kepala UPT RPH, Diana Widiastuti, rabu (29/07/2020) di sela-sela kegiatan Rapat Koordinasi Persiapan Pengawasan dan Pemeriksaan Hewan Qurban 1441 H Tahun 2020 di aula Disperpa, Jl. Kartini Nomor 3 Magelang.

Eri memastikan RPH Kota Magelang akan siap pada hari H (jumat-sabtu, red) pelaksanaan pemotongan hewan qurban. Pihaknya menegaskan siap melayani masyarakat yang akan melakukan pemotongan hewan qurban di RPH. Lebih lanjut Eri mengatakan RPH akan melayani pemotongan hewan qurban setelah pelayanan pemotongan rutin hewan yang setiap harinya mencapai 8-10 ekor. “Strategi RPH nantinya melayani pemotongan rutin terlebih dulu, selanjutnya utk kepentingan idul adha sesuai surat masuk dan jadwal hari pemotongannya,”ujarnya.

Selain itu Eri menegaskan RPH nantinya akan menjalankan SOP yang berlaku dengan mengedepankan protokol kesehatan pengendalian Covid 19. Untuk mengantisipasi berkembangnya penularan Covid 19, kelengkapan seperti APD, masker, thermogun dan handsanitizer/sabun cuci tangan juga disiapkan. Fasilitisasi kelengkapan untuk petugas RPH tetap menjadi perhatian selama menjalankan pekerjaannya di hari-hari overload pemotongan hewan. “Nantinya saya minta kesiagaan petugas RPH hanya melayani pemotongan hewan, pengeletan hingga pemotongan besar 4-6 bagian saja sehingga dapat mengurai terjadinya kerumunan orang,”tegasnya.

Kepala UPT RPH, Diana Widiastuti menuturkan kesiapannya untuk menerapkan SOP selama masa berlangsungnya masa pemotongan hewan qurban. RPH sudah siap dengan protokol kesehatan, antara lain penyemprotan disinfektan sebelum pelaksanaan, thermo gun, masker dan handsanitizer/sabun cuci tangan. Diluar itu RPH juga sudah menyiapkan timbangan digital untuk memudahkan pencatatan oleh petugas. Diana menambahkan saat ini kesadaran masyarakat untuk melakukan pemotongan hewan di RPH semakin meningkat. Berdasarkan data yang masuk, hewan yang akan dipotong di RPH mencapai 43 ekor sapi dan 12 ekor domba/kambing. “Jadwal pemotongan mengikuti permintaan Panitia Qurban di masing-masing lokasi, namun secara umum akan tuntas pada hari jumat dan sabtu,”ungkapnya.

Lebih lanjut Diana memaparkan secara teknis rata-rata waktu yang dibutuhkan untuk pemotongan hewan 45-60 menit. Sehingga dapat dikalkulasi kapasitas pemotongan per hari dan pengaturan pembagian pekerjaan masing-masing petugas. “Nantinya setiap petugas RPH ada yang bertugas menjadi juru sembelih halal (juleha), menguliti, mencuci jeroan, keur master dan pemeriksan laboratorium,”jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Diana menegaskan RPH sudah menyiapkan 14 orang stafnya ditambah 4 orang tenaga dari luar RPH.  Direncanakan tenaga yang disiapkan RPH akan menangani pemotongan 28 ekor sapi, sisanya ditangani secara mandiri oleh masyarakat dengan pengawasan RPH. “Saat pelaksanaan untuk Takmir Masjid/Mushola yang hadir untuk melihat dibatasi 5 orang saja, sedangkan untuk pemotong daging harus membawa alat pribadi dan jumlahnya dibatasi tidak lebih dari 15 orang,”pungkasnya. (among_wibowo, red)