Waspada Gelombang Kedua Covid 19, Kadisperpa Minta Petugas Dan Masyarakat Patuhi Protokol Kesehatan Selama Aktivitas Penyembelihan Hewan Qurban

MAGELANG – Dinas Pertanian dan Pangan (Disperpa) Kota Magelang pada penyelenggaraan Idul Adha tahun ini dipastikan tetap akan menerjunkan Tim Pengawasan dan Pemeriksaan Hewan Qurban ke kelurahan-kelurahan se-Kota Magelang. Hal itu terungkap dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Persiapan Pengawasan dan Pemeriksaaan Hewan Qurban 1441 H tahun 2020 hari rabu (29/07/2020) di aula Disperpa Kota Magelang. Rakor dipimpin Kadisperpa dan dihadiri puluhan petugas yang akan diterjunkan mendampingi masyarakat Kota Magelang dalam kegiatan pemotongan hewan Qurban. Para petugas berasal dari ASN dan THL Disperpa, dosen dan mahasiswa Universitas Tidar serta ASN Dinas PKH Provinsi Jawa Tengah.

Kadisperpa, Eri Widyo Saptoko dalam pengarahannya menekankan para petugas untuk menjalankan amanah tugas negara dengan tetap mengedepankan implementasi protokol kesehatan di era adaptasi kebiasaan baru. Dalam kesempatan itu Eri meminta para petugas dan masyarakat untuk tetap mengedepankan protokol kesehatan selama penyelenggaraan pemotongan hewan Qurban di lokasi masing-masing. “Khusus untuk panitia qurban yang dibentuk para takmir masjid, sebaiknya jumlahnya dibatasi sehingga dapat mengurangi kerumunan masyarakat. Jangan lupa sebelum tugas makan terlebih dahulu, tetap jaga jarak, gunakan masker dan rajin cuci tangan,”paparnya.

Kewaspadaan terhadap gelombang kedua Covid 19 itu bukan tanpa alasan mengingat dalam beberapa hari terakhir Kota Magelang dibayangi merebaknya kasus positif baru Covid 19 dari cluster Demak. Mengantisipasi keadaan ini, Eri meminta dibentuk koordinator tiap kecamatan dan pembuatan grup WA utk koordinasi. “Terhadap wilayah dimana muncul cluster Demak seperti Kedungsari dan Kemirirejo (Gang Kantil) nanti bisa dibuatkan surat ke Kelurahan-Kelurahan yang intinya untuk sementara waktu petugas tidak akan masuk di wilayah tersebut untuk mencegah penularan Covid 19,”jelasnya.

          Eri menambahkan, mengingat pelaksanaan pemotongan hewan qurban tahun ini kemungkinan terjadi pada hari jumat dan sabtu, petugas dapat mulai mencicil pendataan hewan qurban di wilayah penugasan masing-masing sekaligus melakukan pemeriksaan ante mortem (pemeriksaan sebelum pemotongan hewan qurban). Sehingga nantinya pada saat hari H, lanjutnya, petugas tinggal fokus pada pemeriksaan post mortem (pemeriksaan sesudah pemotongan hewan qurban). “Saya harapkan petugas juga bisa saling support antar wilayah sehingga pengawasan, pemeriksaan dan pendataan bisa terlaksana secara akurat, tidak ada lokasi yang terlewati,”tandasnya. (among_wibowo, red)