Pemkot Bertekad Turunkan Angka Stunting di Kota Magelang

KOTA MAGELANG – Pemerintah Kota Magelang bertekad terus menekan jumlah anak penderita stunting di wilayah ini. Upaya pencegahan pun terus dilakukan oleh segenap elemen, tidak hanya dinas terkait tapi juga masyarakat.
 
Wali Kota Magelang, dr Muhammad Nur Aziz mengatakan, setidaknya sejauh ini ada 62 kasus anak stunting di Kota Magelang. Jumlah ini diharap terus berkurang tiap tahun sampai betul-betul nol stunting.
 
“Bagaimana kita siapkan generasi baru terbaik kalau masih ada stunting. Kalau masih ada stunting, menunjukkan kesehatan di kota tidak bagus. Harus kita tekan sampai nol dengan program-program terbaik,” ujarnya saat One Day Tour Optimalisasi Kampung KB di Hotel Puri Asri, Kamis (25/11/2021).
 
Dokter Aziz menuturkan, stunting adalah masalah kurang gizi kronis yang disebabkan kurangnya asupan gizi dalam kurun waktu lama. Hal ini menyebabkan kondisi tinggi badan anak lebih pendek dibanding tinggi badan anak seusianya.
 
“Maka, pencegahannya sedini mungkin asupan gizi ke anak harus tercukupi. Adanya Kampung KB ini tentu diharap dapat membantu pencegahan stunting ini. Para relawan saya minta ikut menangani ini dan menjaga agar tercipta keluarga berkualitas,” katanya.
 
Kepala Dinas Kesehatan Kota Magelang, dr Intan Suryahati mengaku, optimistis kasus stunting dapat teratasi. Dalam menangani ini, dinasnya tidak sendirian, mengingat masalah stunting bukan tanggung jawab Dinas Kesehatan semata tapi juga dinas-dinas terkait, termasuk masyarakat.
 
“Kita kolaborasi dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP4KB). Juga Tim Penggerak PKK dan elemen masyarakat sampai ke tingkat bawah,” tuturnya.
 
Sementara itu, Kepala DP4KB Kota Magelang, Khudoifah mengemukakan, penanganan stunting menjadi salah satu fokus kegiatan di Kampung KB. Disebutkannya, sebesar 20 persen dari anggaran kegiatan di Kampung KB untuk penanganan stunting.
 
“Bersama-sama kita tekan kasus stunting sampai nol. Dengan adanya Kampung KB ini memang diharapkan dapat membantu menangani kasus stunting ini dengan baik,” ucapnya.
 
Ia menambahkan, dalam kegiatan One Day Tour Kampung KB ini, dijelaskan terkait Kampung KB Percontohan. Kampung KB Percontohan adalah Kampung KB yang telah memenuhi prasyarat untuk menjadi Kampung KB Percontohan sesuai dengan Panduan Kampung KB Percontohan dan ditujukan untuk menjadi rujukan bagi Kampung KB lain dalam hal pengelolaan dan pengoptimalan segala potensi kampung.
 
“Indikator keberhasilan kampung ini adalah meningkatnya capaian program Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) di Kampung KB, yakni kepesertaan KB Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP), kepesertaan jumlah keluarga yang aktif dalam Poktan, dan meningkatnya pengetahuan remaja tentang isu-isu kependudukan,” papar Khudoifah. (pemkotmgl)