DLH KOTA MAGELANG GELAR PELATIHAN CAVITY TREATMENT

Pemerintah Kota Magelang melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) mengadakan kegiatan pelatihan cavity treatment atau penambalan pohon untuk tenaga pemeliharaan pohon di Kota Magelang, Kamis (24/9/2020). Kegiatan dipandu oleh narasumber perwakilan dari Ikatan Arsitek Lanskap Indonesia (IALI) Provinsi Jawa Tengah yang sekaligus sebagai Kepala Bidang Pengelolaan PJU, Pertamanan dan Pemakaman DLH Kota Magelang, Yetty Setiyaningsih.

“Pohon pohon di Kota Magelang ini harus kita rawat, karena itu inovasi baru untuk pohon yang sudah rapuh dan berlubang untuk dilakukan cavity treatment. Kami harap dengan adanya inovasi ini usia pohon bisa menjadi lebih lama, dan fungsi pohon dapat diefisienkan,” ucap Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Magelang Otros Trianto.

Di Kota Magelang terdapat sejumlah 5.000 pohon yang menghiasi sudut dan ruang terbuka hijau kota. Pada tahun 2020 DLH Kota Magelang mencatat terdapat sekitar 50 pohon mengalami lubang karena faktor penyakit dan atau perilaku buruk masyarakat yang membakar beberapa bagian pohon sehingga kebugaran dan nilai estetikanya menurun. Hal ini menjadi PR tersendiri bagi Pemerintah Kota untuk merevitalisasi pohon tua dengan mempertahankan kekuatan fisiknya sehingga meminimalisir rawan bencana pohon tumbang.

“Kegiatan penambalan pada pohon yang lapuk merupakan salah satu perawatan yang bertujuan untuk menambah kekuatan dari pohon pohon tersebut sehingga mengurangi potensi pohon tumbang. Perawatan ini perlu untuk memastikan bahwa pohon - pohon tersebut tetap bisa berfungsi sebagai peneduh dan sebagai fungsi penghijauan,” ucap Kasi Pengelola PJU dan Pertamanan Teguh Ariyanto ditemui disela-sela kegiatan.

Kegiatan ini diinisiasi sebagi bagian dari komitmen Pemkot dalam merawat Ruang Terbuka Hijau (RTH). Pemkot secara rutin juga telah melakukan perawatan RTH dengan perabasan dan perapian pohon kota. Melalui kegiatan ini diharapkan terdapat transfer knowledge kepada tenaga pemelihara taman kota sehingga vegetasi pohon di Kota Magelang dapat lebih  terjaga baik dari sisi fungsional maupun estetikanya.