Seluruh SMP/MTs di Kota Magelang Siap UNBK Mandiri

Seluruh sekolah di Kota Magelang dipastikan 100 persen siap mengadakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) untuk jenjang pendidikan sekolah menengah pertama (SMP) dan MTs. Pasalnya, sarana komputer telah tersedia di masing-masing sekolah, sehingga UNBK dapat digelar secara mandiri di tiap sekolah. 

"Kami di dinas tinggal menyiapkan server, memastikan ketersediaan listrik, dan jaringan internetnya. Infrastruktur seperti komputer dan jaringan sudah siap, tinggal kami menyiapkan server cadangan nanti, termasuk ketersediaan listrik, satu genset di setiap lokasi ujian," ujar Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Magelang, Taufiq Nurbakin di kantornya, Rabu (23/1).

Dia menuturkan, kurang lebih ada 3.400 unit komputer yang tersedia di setiap SMP negeri atau swasta dan MTs yang ada di Kota Magelag. Sebanyak 22 sekolah SMP dan MTs pun siap melaksanakan UNBK secara mandiri.

"Tahun lalu ada satu sekolah, yakni SPTH Tri Bakti yang waktu itu belum terakreditasi, terpaksa menginduk ke sekolah lain. Sekarang sudah mulai mandiri dengan memakai sarana sendiri. Sekolah swasta seperti SMP Kristen Indonesia juga menggunakan  milik yayasan dengan menggabung di SMA Kristen Indonesia. Jadi semua 100 persen sudah mandiri," katanya.

Di samping persiapan infrastruktur, katanya, berbagai persiapan lain juga dilakukan, seperti bedah soal, tryout untuk peserta, dan simulasi atau uji coba latihan mengerjakan soal UNBK dengan komputer secara nyata. Persiapan ini dalam rangka mencapai target 100 persen kelulusan.

"Kami sendiri akan laksanakan tryout yang sesuai dengan MGMP paket tryout. Kami juga membiasakan siswa dengan komputer, dalam simulasi UNBK secara nyata. Jadi kita sisipkan seperti kondisi mati listrik atau jaringan terhambat, agar para siswa tak panik menghadapinya ketika terjadi masalah," jelasnya.

Kasubag Program Disdikbud Kota Magelang, Danang Susilandono menambahkan, UNBK rencana dilaksanakan pada 22 April 2019 mendatang, dengan jadwal yang sama dengan USBN SD. Dinas berencana membagi jadwal ujian sehari dalam dua sesi saja, hal ini untuk mengurangi beban stres anak.

"Di kota magelang, UNBK kita sudah tahun ketiga pelaksanaan. Tahun ini, kami berupaya UNBK tingkat smp dilaksanakan dua sesi untuk mengurangi tingkat stres anak," ungkapnya.(suaramerdeka)