PPDB TK-SD-SMP DI KOTA MAGELANG MULAI TERAPKAN ZONASI

Kepala Disdikbud Kota Magelang, Taufik Nurbakin, menjelaskan bahwa sebetulnya sistem ini sudah harus diterapkan sejak tahun lalu. Akan tetapi di Kota Magelang baru bisa diberlakukan tahun ini dengan sejumlah pertimbangan.

Menurutnya, zonasi ini bertujuan untuk meningkatkan pemerataan mutu pendidikan yang berdampak pada distribusi guru dan pembelajaran. "Dengan sistem ini, nantinya tidak ada sekolah favorit dan ke depan mutu sekolah negeri harus sama dengan sekolah swasta, sehingga ada pemerataan guru yang berkualitas,” ujarnya, Senin (22/4/2019).

Taufik memaparkan, seleksi PPDB dilaksanakan melalui 3 jalur, yakni jalur zonasi untuk TK dan SD sebanyak 95 persen dan untuk SMP 90 persen, jalur prestasi untuk SMP 5 persen, dan jalur mutasi orang tua untuk TK/SD/SMP 5 persen.

Adapun jalur zonasi terdiri dari zona 1 untuk calon peserta didik yang berdomisili di Kota Magelang dan zona 2 untuk yang berdomisili di luar Kota Magelang. Domisili kota dibuktikan dengan KK dan atau surat domisili yang dikeluarkan RT/RW disahkan kelurahan minimal telah berdomisili 6 bulan.

“Apabila kuota zonasi belum terpenuhi dari pendaftar zona 1, maka dipenuhi dari pendaftar zona 2. Dengan sistem ini, memberi peluang luas bagi peserta luar kota untuk sekolah tingkat SMP di Kota Magelang,” katanya.

Taufik memperkirakan daya tampung SMP dari zona 1 diperkirakan hanya terserap sekitar 60 persen. Sehingga kemungkinan besar lulusan SD banyak yang terserap ke sekolah-sekolah non-negeri, termasuk MTs.

“Kami perkirakan lulusan SD dibanding daya tampung di SMP masih lebih banyak daya tampungnya. Sehingga, peserta dari luar kota bisa leluasa mengisinya,” tuturnya.

Untuk jalur prestasi, dijelaskannya, pihaknya sudah memiliki formula berupa piagam prestasi dengan sistem poin untuk beberapa tingkat kejuaraan. Di antaranya kejuaraan tingkat internasional memiliki poin tertinggi, lalu di bawahnya tingkat nasional, provinsi, kabupaten/kota, dan kecamatan.

Selain itu, ada juga poin tambahan untuk penghafal Al-Quran (hafidz) dan kitab suci agama lain. Hafal lebih dari 7 juz mendapat nilai 3,00 (setara juara nasional), 4-6 juz nilai 2,25, 2-4 juz nilai 1,50, dan 1-2 juz nilai 0,75.

“Kalau jalur mutasi, cukup melampirkan surat keterangan mutasi pekerjaan orang tua dari instansi atau badan usaha tempat bekerja,” imbuhnya. (hms