Menyongsong Harapan dari Kerjasama Kota Kembar 'Magelang-Tula'

KOTA MAGELANG - Perkembangan kerjasama Kota Kembar Magelang-Tula ('Mantul') didiskusikan bersama pada acara Kuliah Umum yang bertemakan “Hubungan Indonesia – Rusia: Menyongsong Kerja Sama Kota Kembar Magelang – Tula” secara daring pada Selasa (16/11/2021). Acara ini terselenggara atas prakarsa KBRI Moskow, bekerja sama dengan Pemerintah Kota Magelang dan Universitas Tidar Magelang.

Kuliah Umum yang dihadiri 1.850 orang secara daring dibuka dengan sambutan Wali Kota Magelang, dr. Muchamad Nur Aziz.  Dalam sambutannya, dokter Aziz mengapresiasi rencana pembentukan Kota Kembar Magelang – Tula (Mantul) dan berharap KBRI Moskow dapat terus memfasilitasi terwujudnya kerjasama kedua kota tersebut.

“Dengan kerja sama Kota Kembar 'Mantul' diharapkan kota Magelang dapat mewujudkan visi sebagai kota yang maju, sehat dan bahagia” ujar Dokter Aziz.

Selain itu, dokter Aziz juga memperkenalkan potensi-potensi yang dapat menjadi area kerjasama antara Magelang dan Tula.

"Magelang ini kota kecil tapi 'mentes'. Kita punya budaya, wisata seperti Gunung Tidar, Taman Kyai Langgeng dan Akademi Militer. Produk pertanian seperti lele juga bisa kita tangkap peluangnya.  Dengan inovasi tentunya banyak manfaat yang dapat kita kerjasamakan," tutur dokter Aziz.

Hal senada disampaikan Rektor Universitas Tidar, Prof. Dr. Mukh Arifin, harapan ke depan agar kerja sama internasional akan membuat Universitas Tidar menjadi universitas unggul dalam bidang kewirausahaan berbasis sumberdaya  dan kearifan lokal.

“Rintisan kerjasama Kota Kembar 'Mantul' ini sangat strategis dalam rangka membuka peluang generasi muda menjalin kerjasama dengan negara lain,” kata Arifin.

Pada kesempatan tersebut, Duta Besar Republik Indonesia untuk Federasi Rusia merangkap Republik Belarus, Jose Tavares menyampaikan hal-hal berkaitan dengan pilar kerja sama yang akan dikembangkan melalui rencana Kota Kembar 'Mantul' yaitu: pendidikan (education), perdagangan dan UMKM (trade and MSME's), pemuda dan kebudayaan (youth and culture), pariwisata (tourism), dan kota pintar (smart city).

Selain itu, Dubes Tavares juga menjelaskan tentang situasi Rusia terkini, hubungan bilateral Indonesia-Rusia, prospek perdagangan Indonesia-Rusia dan prospek kerja sama Magelang-Tula serta Universitas Tidar-Universitas Tula.

Lebih lanjut, Tavares menjelaskan bahwa semenjak bubarnya Uni Soviet tahun 1991, Rusia bukan lagi negara komunis. Di bidang ekonomi, Rusia menduduki peringkat 11 ekonomi dunia dengan GDP 1,7 triliun USD atau perkapita USD 11,240. Rusia juga merupakan kekuatan militer global.

"Dalam perdagangan, KBRI Moskow meneliti terdapat 21 jenis produk potensial yang dapat dijual di Rusia mulai dari pakaian, alas kaki, peralatan rumah tangga, sampai dengan barang-barang elektronik. Dari segi komoditi, kelapa sawit, teh, kopi, karet, coklat, buah tropis, produk perikanan, dan farmasi adalah jalan masuk bagi produk Indonesia ke pasar Rusia," tambahnya.

Selain itu, wisatawan Rusia juga tidak sedikit yang berkunjung ke Indonesia. Pada tahun 2019, kunjungan wisman Rusia ke Indonesia mencapai 158.943 orang dengan rata-rata menghabiskan USD 2.000 dengan jangka waktu kunjungan selama 2 minggu di tujuan wisata.

"Oleh karena itu, penting untuk memiliki kerja sama dengan pemerintah setempat di Rusia, untuk dapat masuk ke Rusia dan bertemu kolega bisnis potensial Rusia yang dapat diajak kerja sama," pungkas Dubes Tavares. di hadapan para peserta Kuliah Umum.

Berkaca pada dinamika hubungan bilateral yang ada, Dubes Tavares optimis bahwa pembentukan kerjasama Kota Kembar 'Mantul' dapat turut mendongkrak peningkatan kerjasama kedua negara.

“Dengan Rusia, saat ini baru Jakarta dan Moskow yang memiliki kerja sama kota kembar, diharapkan Kota Magelang menjadi yang kedua untuk dapat berkerja sama dengan Kota Tula,” ujar Dubes Tavares.

Pandu Java, mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Tidar, menyampaikan aspirasi unsur mahasiswa Magelang agar melalui rencana pengembangan kerja sama Kota Kembar 'Mantul' membuka kesempatan mahasiswa Magelang khususnya Universitas Tidar untuk menjadi mahasiswa global.

"Saya menantikan agar melalui kerja sama Kota Kembar 'Mantul', mahasiswa Universitas Tidar diberikan akses untuk mengikuti program pertukaran mahasiswa dan mengambil mata kuliah di Universitas Tula," ungkap Pandu dalam sesi diskusi dengan Dubes Tavares. dan Rektor Universitas Tidar.

Harapan lainnya disampaikan Wikan Kanugroho, Kabid Teknologi Informatika, Diskominsta Kota Magelang, pada sesi tanya jawab.

"Para ASN Pemerintah Kota Magelang berharap agar pilar kerja sama Kota Kembar 'Mantul' dapat mengakomodir kerja sama pengembangan kapasitas SDM ASN Pemerintah Kota Magelang dan kerja sama alih teknologi TIK dan Smart City antara kedua kota," ujar Wikan.(pemkotmgl)