Siswa SDN Gelangan 2 Banyak Yang Ingin Jadi Dokter

“Saya ingin jadi pembalap pak,” celetuk salah satu siswa  SDN 2 Gelangan Kota Magelang, ketika ditanya oleh Walikota Magelang Ir  Sigit Widyonindito MT saat meninjau proses belajar mengajar di sekolah setempat, Senin (20/1).

Seperti biasanya, tiap senin orang nomor satu di Kota Magelang ini melakukan Inspeksi Mendadak  (Sidak) ke sekolah-sekolah di kota getuk tersebut,  kali ini giliran SD Negeri 2 Gelangan.

Untuk melihat langsung proses belajar mengajar Sigit memasuki beberapa  ruang kelas. Ketika ditanya cita-cita dari tiap siswa, beragam jawaban dari merekapun macam-macam, ada yang ingin jadi guru, insinyur, dokter, ada juga yang ingin jadi seorang pembalap.
“Gapailah cita-citamu setinggi langit, asalkan harus semangat belajar yang baik,” kata walikota.

Sebelumnya mantan Kepala DPU Kota Magelang itu, menjadi Pembina Upacara di sekolah ini. Kepada seluruh siswa ia berpesan agar mengedepankan  disiplin dalam segala hal khususnya tentang belajar. Iapun mengingatkan agar  jam belajar masyarakat dipatuhi yakni mulai pukul 18.00 sampai dengan pukul 21.00 wib.

“Jika ingin berhasil, harus dimulai dengan kebiasaan disiplin. Bangun pagi, bantu orang tua, berdoa serta jangan lupa semangat belajarnya agar kalian bisa gapai cita-cita,” pintanya.
Sementara itu Catoer, salah satu guru setempat menerangkan, sekolah ini memiliki murid sebanyak 80. Jumlah yang relatif sedikit untuk ukuran sekolah dasar. Bahkan dari jumlah tersebut ada beberapa siswa yang kerap membolos sekolah karena alasan tertentu.
“Yang sekolah disini kebanyakan berdomisili di sekitar sekolah, ada yang sehari masuk sehari tidak. Alasannya karena orang tua tidak bisa memberikan uang saku setiap harinya. Faktor kemampuan orang tua siswa kan berbeda-beda,” terangnya.

Pihaknya sudah berupaya untuk mendatangi rumah siswa yang sering tidak masuk sekolah, untuk memberikan pengertian kepada orang tua siswa tentang bagaimana pentingnya pendidikan bagi anak-anak mereka.
“Kami sering mengunjungi rumah mereka, terutama yang sering tidak masuk sekolah kerana alasan kemampuan ekonomi. Disitu kita gali informasi kenapa putra-putri mereka kurang  rajin masuk sekolah,” jelasnya.