Setiap Hari, Budayakan Keselamatan dan Kesehatan Kerja

Masih tingginya angka kecelakaan kerja akhir-akhir ini ditengarai karena kurang optimalnya pelaksanaan dan pengawasan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) oleh pihak terkait. Untuk itu perlu antisipasi dan penanganan serius agar kasus kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja lainnya tidak terulang kembali di kemudian hari.

Hal itu diungkapkan Walikota Magelang Ir Sigit Widyonindito MT saat membacakan amanat tertulis Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI pada upacara bendera dikaitkan dengan peringatan Hari Keselamatan dan Kesehatan Kerja di halaman depan Kantor Walikota Magelang, Jumat (17/1).

Ia mengatakan K3 merupakan salah satu aspek perlindungan ketanagakerjaan, serta merupakan hak dasar dari tiap tenaga kerja. Karenanya, perlu upaya perlindungan keselamatan dan kesehatan kerja melalui pelaksanaannya.

“Pelaksanaan K3 bukan hanya tanggung jawab pemerintah, akan tetapi semua pihak khususnya masyarakat industri,” katanya.

Ia meminta agar semua pihak terkait bisa berperan aktif sesuai fungsi dan kewenangannya untuk melakukan upaya di bidang K3 secara terus menerus dan berkesinambungan.

“Jadikan K3 sebagai bagian dari budaya kerja di setiap kegiatan, sehingga dapat mencegah kasus kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja,” pintanya.

Dalam kesempatan itu dirinya juga menyinggung soal kualitas SDM para pekerja. Ia menekankan pentingnya usaha nyata peningkatan kualitas SDM, baik melalui optimalisasi Balai Latihan Kerja (BLK), maupun kerjasama dengan perguruan tinggi, lembaga diklat swasta, atau pusat diklat di perusahaan-perusahaan besar.

“Jika SDM mumpuni, kita akan siap menghadapi tantangan serta mengantisipasi kecenderungan liberalisasi dan globalisasi yang saat ini sedang berlanggsung,” tuturnya.

Dalam upacara tersebut, selain diikuti oleh para pegawai pemkot, juga dihadiri oleh perwakilan sejumlah karyawan perusahaan yang ada di Kota Magelang, BUMD dan BUMN.