Mulai 1 April 2014, PNS Kota Magelang Wajib Kenakan Seragam Batik Khas Magelang

Walikota Magelang Ir Sigit Widyonindito MT semakin mantab mewacanakan kepada jajarannya terkait pengenaan seragam batik lokal. Setidaknya 5.000 PNS dan BUMD di Kota Magelang bakal diwajibkan mengenakan pakaian batik selama empat hari dalam se pekan.

Hal itu berdasar dengan telah dikeluarkannya Surat Edaran Waliokta Magelang Nomor 025/002/113 tahun 2014. Per 1 April mendatang, PNS di lingkungan Pemkot Magelang akan mengenakan batik selama empat hari. Selama ini batik hanya dikenakan dua hari, yakni Rabu dan Kamis. Sedangkan hari Senin dan Selasa mengenakan seragam Pakaian Dinas Harian (PDH) Khaki. Untuk hari Jumat sebagian besar PNS mengenakan seragam olahraga.

“Mulai 1 April besok, Hari Senin PNS menggunakan seragam PDH Khaki, Selasa PDH Tenun atau Lurik khas Jawa tengah, Rabu PDH Batik khas jawa tengah kemudian kamis memakai seragam Batik khas  Magelang. Sedangkan untuk hari Jumat, jika ada kegiatan olahraga menggunakan pakaian olahraga, namun setelahnya berganti dengan PDH Batik khas Magelang,” kata Kabag Humas Santel Setda Kota Magelang, Sutomo Hariyanto, Kamis (16/01).

Ia Menerangkan, dengan diwajibkannya PNS dan karyawan BUMD mengenakan batik lokal merupakan upaya pemerintah untuk mempromosikan batik lokal Kota Magelang. Untuk pengadaannya, Pemkot tidak akan memberikan secara cuma-cuma kepada para PNS. ”Biar nanti PNS sendiri yang membeli. Secara otomatis, para pelaku usaha kecil, khususnya batik, akan terangkat dengan kebijakan ini,” ujarnya.

Ia juga mengakui, dengan akan diberlakukan baju batik hasil kerajinan Kota Magelang, maka dengan sendirinya akan menambah pendapatan ekonomi masyarakat setempat.

 ”Tujuan pemakaian batik ini juga diharapkan dapat memberdayakan produksi dari daerah sendiri,” imbuh Sutomo.
Dia menambahkan, terkait dengan  akan diberlakukan empat hari kerja dalam seminggu untuk mengenakan baju batik hasil kerajinan Kota
Magelang, pihaknnya meminta kepada para pengrajin untuk selalu menjaga kualitas hasil kerajinannya.

Menurut Sutomo, banyak faktor yang mendorong agar kerajinan Kota Magelang berpotensi membantu peningkatan ekonomi masyarakat. Apalagi, secara historisnya Batik Kota Magelang kerap diminati warga dari luar daerah. Sehingga, terobosan ini dianggap paling strategis untuk mempromosikan kerajinan di Kota Sejuta Bunga ini.

”Pengunaan bahan baku lokal disamping untuk promosi, juga akan lebih meningkatkan keterbukaan lapangan kerja, dan dapat menekan kuota penangguran. Selain itu, dapat terbangun tatanan sosial dan kemandirian masyarakat dan budaya lokal,” tandasnya.