November Siap Ditempati

MAGELANG - Dinas Perkerjaan Umum (DPU) meminta rekanan menyelesaikan pembangunan tahap akhir Pasar Rejowinangun pada 15 November 2013. Target ini ditetapkan mengingat hingga saat ini pembangunan kembali pasar yang terbakar 26 Juni 2008 sudah mencapai 96% lebih.
Kepala DPU Deddy Sumarwanto ST menerangkan, pekerjaan yanng masih dikebut rekanan PT Armada Hada Grama Magelang antara lain pengecatan, pembersihan lingkungan proyek dan pemasangan instalasi listrik.
"Sebelum 15 November 2013 rekanan harus menyerahkan laporan pekerjaan kepada kami dan selanjutnya diserahkan kepada wali kota. Setelah itu, proses berikutnya adalah penempatan pedagang yang menjadi kewenangan Dinas Pengelolaan Pasar (DPP)," katanya, kemarin.
Kepala DPP Drs Isa Ashari MM mengatakan, pihaknya sudah menyelesaikan zona penngelompokan jenis dagangan "Kami menunggu pembangunan proyek selesai, kemudian dilanjutkan dengan proses penempatan pedagang." katanya.
Selain itu, SKPD yang dipimpinya juga sudah selesai melakukan klarifikasi untuk mencocokan data kepemilikan kios dan los antara DPP denngan pedagang.
"Bukti kepemilkan yang ada di tangan mereka apa saja. Kemudian dicocokan dengan data yang kami miliki." tuturnya.
Meski penempatan pedagang merupakan ranah DPP, lanjut dia, pihaknya tetap melibatkan paguyuban pedagang Pasar Rejowinangun.
Dia menjelaskan, Pasar Rejowinagun dibagi menjadi 8 zona mulai A hingga H.
Tiap zona dibagi menjadi beberapa blok dengan berbagi macam dagangan.
Seperti zona A, selain pedagang pakaian juga konveksi, tekstil, sandal, sepatu, tas, alat jahit, elektronik, kaset, jam, kacamata dan lainnya.
Lantai dua ditempati penjual sayuran, daging, ikan dan sejenisnya. Namun lokasinya dipisah dengan dagangan kering, seperti pakaian, sembako dan sebagainya yang juga berada di lantai dua.
"Keadaan lantai dua lebih terang,sirkulasi udaranga lebih enak, jalanya sekitar 12 meter dan mobil bisa sampai atas termasuk bila pula pakir di situ,"teranngnya.
Jesia dagangan yang paling banyak di jual di Pasar Rejoeinangun adalah pakaian dan sembako.
Karena banyak, maka penempatannya sebagian di lantai 1 dan selebinya di lanta 2. Meski lokasinya berbeda tetapi saling berhubungan. Antara kedua tempat tersebut dihubungkan denga tangga naik.
"Kalau semua pedagang pakaian ditempatkan di lantai satu jelas tidak cukup. Lagi pula dulu di pasar yangn lama penjual pakaian juga ada yang ditempatkan di lantai dua," jelasnya.