365 Rumah Tak Layak Terima Bantuan Rp 7,5 Juta

Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) kembali menyalurkan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) untuk 365 Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Kota Magelang. Bantuan stimulan ini diharapkan merangsang keseriusan warga untuk membangun rumah yang lebih baik.

365 Rumah Tak Layak Terima Bantuan Rp 7,5 Juta

Deputi Bidang Perumahan Swadaya Kemenpera Jamil Ansari mengungkapkan, program BSPS yang dilaksanakan Kemenpera merupakan salah satu upaya pemerintah mendorong masyarakat miskin agar dapat membangun rumahnya sendiri, sehingga lebih layak huni.

"Kemenpera akan terus mendorong masyarakat miskin agar dapat meningkatkan kualitas rumahnya sendiri, sehingga menjadi layak huni melalui program BSPS. Kota Magelang tahun 2013 ini, akan menerima BSPS dari Kemenpera untuk sekitar 365 unit RTLH," ujar Jamil disela-sela penyerahan bantuan di Gedung Wiworo Wijipinilih Kota Magelang, Rabu (23/10).

 Pada kegiatan tersebut, ratusan warga penerima BSPS ikut hadir dan langsung menerima buku rekening BRI yang berisi dana BSPS dari Kemenpera.

Menurut Jamil, masalah perumahan yang tidak layak merupakan salah satu persoalan yang hampir dialami oleh semua kota-kota besar. Oleh karena itu, setiap kepala daerah perlu memberikan perhatian khusus guna menangani masalah tersebut.

Lebih lanjut Jamil mengatakan uang tersebut hanya diperuntukkan untuk pembelian bahan bangunan. "Tidak boleh untuk bayar tukang atau yang lainnya," jelas dia.

Menurutnya, uang tersebut hanya bisa dicairkan secara bertahap. "Maksimal 14 hari setelah menerima buku tabungan harus sudah diambil 50 persen, 30 hari harus sudah 100 persen," terang dia.

"Uang itu tidak boleh dibawa pulang. Langsung dipergunakan untuk membeli bahan bangunan," tegas dia.

Wakil Wali Kota Magelang Joko Prasetyo S.Sos mengaku terbantu dengan program tersebut. Menurut data BPS tahun 2011 lalu jumlah rumah tidak layak huni di Kota Magelang mencapai 5.746. "Diharapkan hingga 2015 dapat berkurang hingga 4866," jelasnya.

Sejumlah rumah tak layak huni itu terdapat di Kelurahan Gelangan, Panjang, Wates, Tidar, Potrobangsan, Kedungsari, Cacaban. Kebanyakan dipermukiman padat penduduk.

Menindaklanjuti program tersebut, Joko mengaku pihaknya akan segera membentuk tim teknis BSPS untuk melakukan pendampingan kepada warga. "Juga melakukan pengawasan," jelasnya