Rusia Jajaki Kerjasama Sister City dengan Kota Magelang

KOTA MAGELANG – Kota Tula, Rusia dan Kota Magelang menjajaki kerja sama untuk mengembangkan sister city (kota bersaudara). Keseriusan kerjasama ini dibuktikan dengan kunjungan Wakil Duta Besar Rupublik Indonesia untuk Rusia dan Belarus di Kantor Walikota Magelang, Senin (18/10/2021).

Kegiatan ini merupakan upaya KBRI Rusia dan Belarus untuk berkoordinasi dengan jajaran pemerintah Kota Magelang terkait gambaran potensi, baik Kota Tula maupun Kota Magelang, yang bisa dijadikan peluang untuk pilar kerjasama antara keduanya. Diharapkan di akhir tahun ini Letter of Intent (LoI) kerjasama antara Kota Tula dan Magelang dapat ditandatangani.

“Tula adalah salah satu kota di Rusia, sebuah kota yang cantik, negeri yang bersih dan aman sehingga hubungan kita akan lebih mudah,” kata Wakil Dubes RI untuk Rusia dan Belarus, Azis Nurwahyudi di sela-sela kunjungannya.

Azis Nurwahyudi yang merupakan putra Magelang itu menyebutkan agenda pertemuan kali ini untuk membangun komitmen awal tentang kerja sama sister city. Adapun pilar-pilar kerjasama yang direncanakan meliputi pendidikan, pariwisata, seni dan budaya, investasi dan ekonomi, serta smart city.

Menurutnya, untuk bidang pendidikan dan perdagangan, Tula merupakan pemeran kunci. Oleh karena itu, melalui kerja sama sister city ini, diharapkan para pelajar di Kota Magelang bisa menjalin hubungan dengan universitas-universitas di Tula.

“Untuk kerja sama pendidikan, kami ingin mahasiswa dan pengajar dapat saling berbagi pengetahuan antara Universitas Tidar dan Universitas di Tula, juga dalam penulisan jurnal dan pengembangan fakultas,” katanya.

Alumni SMA Negeri 1 Magelang tersebut menuturkan bahwa Kota Tula yang merupakan Ibukota Tula Oblast (setingkat provinsi) dan Kota Magelang memiliki sejumlah kemiripan secara angka statistik, di antaranya dari Produk Domestik Bruto (PDB), pertumbuhan ekonomi, dan jumlah penduduk.

Azis juga berharap para pelaku usaha Kota Magelang dapat menggandeng pengusaha Kota Tula sehingga mendapatkan pasar di Rusia.

“Kami juga menantang pengusaha lokal Magelang produknya bisa “go internasional” salah satunya di Rusia sehingga kerja sama ini bisa membuahkan hasil yang kita inginkan,” ujarnya.

Salah satu yang dibidik untuk dikenalkan di Rusia adalah produk kopi. KBRI di Moscow mengundang Kota Magelang untuk berpartisipasi dalam Festival Kopi yang akan diselenggarakan 18 November mendatang.

Kedatangan Azis Nurwahyudi disambut Wali Kota Magelang dr. Muchamad Nur Aziz dan jajaran Pemkot Magelang serta Rektor Universitas Tidar dan jajarannya di Ruang VIP Kantor Walikota Magelang.

Pada kesempatan itu, Dokter Aziz memaparkan jika kerja sama ini merupakan kebanggan besar bagi Kota Magelang. Dia berharap, ke depan mampu memberi manfaat bagi kedua negara.

Ia juga mengaku tertantang untuk mengadopsi keunggulan di Kota Tula. Termasuk menggagas kerja sama bidang ekonomi, karena Kota Magelang memiliki banyak UMKM yang siap diperkenalkan di kancah dunia.

“Kami dorong pelaku UMKM untuk berpikir luas, tidak hanya regional dan nasional, tapi harus bersaing di dunia internasional. Saya yakin, Kota Magelang mampu,” tandasnya.

Dokter Aziz menuturkan, di sektor pariwisata Kota Magelang memiliki destinasi wisata seperti Taman Kyai Langgeng dan Gunung Tidar. Termasuk wisata sejarah dan heritage yang tersebar di sejumlah museum maupun cagar budaya.

“Kita juga akan menangkap peluang keberadaan destinasi super prioritas Candi Borobudur, sehingga pengunjung punya perasaan tidak puas kalau belum mendatangi Kota Magelang. Ikhtiarnya adalah pengembangan wisata cagar budaya, sejarah, dan museum. Kita tahu bahwa Kota Magelang ini merupakan kota tua, yang punya banyak sekali nilai-nilai sejarah di dalamnya,” katanya. (pemkotmgl)