Dokter Aziz Ingin Punya Influencer Untuk Pasarkan Kota Magelang

KOTA MAGELANG – Wali Kota Magelang dr Muchamad Nur Aziz ingin memiliki influencer guna memasarkan Kota Magelang. Menurutnya, wilayah yang dipimpinnya itu mempunyai potensi besar, sehingga mudah menciptakan peluang, apabila strategi promosinya dilakukan secara benar.

Hal itu dikatakan Dokter Aziz saat memberi motivasi 32 peserta pelatihan desain grafis dan marketing online di Balai Latihan Kerja (BLK) Kota Magelang, Senin (18/10/2021). Dia mengajak, para peserta pelatihan tersebut nantinya mampu menjadi influencer bagi Kota Magelang.

“Bukan influencer Walikota tapi menjadi influencer untuk Kota Magelang. Jadi influencer itu gajinya besar, tapi untuk mencapainya tidak mudah. Harus berjuang dan kuat mental, karena di awal-awal pasti akan terasa berat,” kata Dokter Aziz.

Untuk itu, dia meminta para peserta pelatihan tidak pernah patah arang. Sebab, dengan keuletan dan semangat tinggi, maka segala impian dan cita-cita pasti akan terwujud.

“Ikhtiar, terus berusaha, jangan takut gagal, dan jangan lupa berdoa, bersedekah. Dengan cara-cara itu, saya yakin pintu langit akan mudah terbuka,” ujarnya.

Dia juga meminta, para peserta pelatihan untuk tidak sungkan-sungkan menambah jaringan. Dokter spesialis penyakit dalam itu menyebutkan, keberhasilan juga dipengaruhi orang-orang di sekelilingnya.

“Pekerjaan itu bisa didapat karena kita memiliki banyak jaringan. Saya ingin, setelah ini kalian semua saling tukar nomor handphone ya, biar punya jaringan yang luas,” tuturnya.

Pada kesempatan itu, Dokter Aziz menjelaskan bahwa dirinya ingin ke depan tiap lingkungan di Kota Magelang memiliki kampung digital. Sebab dengan itu, maka digitalisasi akan merambah ke tingkat lingkungan terkecil di masyarakat.

“Dengan digitalisasi maka mampu menambah daya gedor promosi produk lokal di Kota Magelang sehingga kotanya akan ramai, dan berpengaruh besar terhadap peningkatan kesejahteraan,” imbuhnya.

Ia berpesan, dalam menjalani usaha apapun, yang terpenting adalah keseriusan dan konsistensi. Dia mengaku terpukau adanya Kampung Blogger di Kampung Menowo Kedungsari, yang pernah menjadi kampung digital andalan di Kota Magelang.

“Tapi sayangnya, sekarang sudah berhenti. Maka dari itu kita harus hidupkan lagi. Tidak hanya di Kampung Menowo, tapi kampung blogger bisa terwujud di semua kampung di Kota Magelang,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Magelang, Wawan Setiadi menyebutkan, pelatihan kali ini diikuti 16 peserta pelatihan desain grafis dan 16 peserta pelatihan marketing digital. Mereka yang terpilih telah menjalani rentetan proses seleksi.

“Pelatihan digital dan desain grafis ini dalam rangka mendukung peningkatan SDM di Kota Magelang dan menjalankan program unggulan RPJMD 2021-2026. Terutama dalam mendukung upaya pembentukan 1.500 start-up baru sesuai visi Bapak Walikota Magelang,” ucap Wawan.

Dia berharap, usai pelatihan tersebut, para peserta bisa menjalankan sekaligus meneruskan materi kepada masyarakat di lingkungan masing-masing. Dengan begitu, Kota Magelang ke depan mampu memunculkan kampung-kampung digital baru.

“Kalau sudah tercipta kampung digital, tentu saja akan menjadi usaha baru yang mampu mengangkat produk lokal Kota Magelang sekaligus menyerap tenaga kerja kita,” paparnya.

Pelatihan desain grafis dan marketing online, lanjut Wawan, berlangsung selama 19 hari. Setelah mendapatkan sertifikat pelatihan BLK, pihaknya akan terus memantau perkembangan para peserta.

“Harapannya para peserta setelah pelatihan bisa mendapat pekerjaan, atau bahkan mampu membuka wirausaha sendiri,” pungkasnya. (pemkotmgl)