Satpol PP Operasi Pelajar yang Masih Keluyuran Selama 'Social Distancing'

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Magelang melakukan operasi terhadap pelajar yang seharusnya di rumah selama pemberlakuan kebijakan "social distancing" pencegahan wabah coronavirus disease (Covid-19).

Petugas menyisir sejumlah titik keramaian dan tempat yang biasa dipakai para pelajar bermain, seperti warnet, taman, dan pusat perbelanjaan.

Kepala Satpol PP Kota Magelang Singgih Indri Pranggana mengatakan, saat razia masih ada beberapa anak usia sekolah yang bermain di warnet atau tempat penyewaan game online. Petugas pun memberi pengertian supaya mereka pulang.

"Kami masih mendapati anak-anak yang nongkrong dan bermain game online. Kami sebatas memberi pengertian agar mereka lebih baik pulang," ujar Singgih, Kamis (19/3/2020).

Beberapa titik yang disisir antara lain di Jalan A Yani (Poncol), Jalan Sriwijaya, Samban dan lainnya. Pihaknya juga mengimbau pengelola warnet agar mematuhi kebijakan ini.

"Ini penting untuk menekan atau antisipasi penyebaran Covid-19 yang lebih luas lagi. Apalagi anak-anak ini kelompok yang rentan terpapar virus," tutur Singgih.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Magelang Joko Budiyono menambahkan, Satpol PP secara rutin melakukan operasi ke lapangan untuk mencegah para pelajar tidak keluyuran ke tempat-tempat yang tidak seharusnya.

"Para pelajar ini diliburkan karena untuk mencegah penularan virus corona atau Covid-19, karena itu petugas berupaya agar mereka pulang dan tetap belajar di rumah," ungkap Joko.

Joko berujar, kegiatan ini sekaligus merupakan implementasi surat edaran (SE) Walikota Magelang nomor 440/139/220 tentang peningkatan kewaspadaan terhadap risiko penularan infeksi Covid-19 di Kota Magelang.

Salah satu langkahnya, kata Joko, adalah dengan meliburkan sekolah dari PAUD, TK, SD, SMP, SMA/SMK sederajat selama 2 minggu sejak Senin 16 Maret 2020. (pro/kotamgl)