Balitbang Kota Magelang Kembali Jaring Krenova OPD dan BUMD

Kantor Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kota Magelang kembali menyelenggarakan lomba kreativitas dan inovasi (krenova) khusus untuk organisasi perangkat daerah (OPD) dan badan usaha milik daerah (BUMD) se-Kota Magelang.

Kabid Pengembangan Harmonisasi Inovasi Balitbang, Catur Adi Subagyo mengatakan, Krenova khusus OPD dan BUMD ini memasuki tahun kedua. Pelaksanaan pertama pada tahun 2017 lalu dengan peserta yang belum begitu banyak.

"Kali ini yang mendaftar sudah ada 11 OPD dengan 24 inovasi. Penilaian akan dilaksanakan Rabu (19/9) nanti di kantor Balitbang," ujarnya, di kantornya, Senin (17/9).

Dia menuturkan, sebanyak 24 inovasi tersebut terdiri dari 17 inovasi pelayanan publik, lima tata kelola pemerintahan, dan dua inovasi megenai urusan kewenangan pemerintahan yang lain. OPD yang mengirimkan inovasi antara lain Dinas Koperasi dan Perdagangan, Dinas Kesehatan, Dinas PUPR, Disdukcapil, DPMPTSP, BPKAD, PDAM, SMP Negeri 11, dan Bagian Kesra.

"Syarat untuk bisa diikutkan lomba, temuan itu sudah digunakan di masing-masing OPD dan BUMD minimal selama enam bulan. Juaranya akan dikirim mengikuti Sinovik, yaitu sistem inovasi pelayanan publik di bawah Kementerian PAN dan RB," katanya.

Catur menerangkan, latar belakang diselenggarakannya Krenova OPD dan BUMD, penyelenggaraan pelayanan publik yang dilaksanakan pemerintah telah mengalami peningkatan. Hal itu masih perlu ditingkatkan  untuk memenuhi harapan masyarakat.

"Karena itu, diperlukan upaya percepatan peningkatan kualitas pelayanan publik," tandasnya.

Terkait itu, katanya, Pemkot Magelang memiliki kepentingan untuk memfasilitasi, karena kesesuaian konteks dengan visi dan misi kepala daerah. Agar tercipta persaingan sehat antar instansi dan daerah, serta memenuhi penilaian pelayanan publik yang baik atau pelayanan prima, maka diperlukan kompetisi inovasi tata kelola pemerintahan, pelayanan publik dan urusan lainnya yang menjadi kewenangan pemerintah daerah.

"Tim penilai Krenova OPD dan BUMD terdiri dari peguruan tinggi, Balitbang Kota Magelang, Kemendagri, dan lainnya," terangnya.

Menilik krenova tahun lalu, Catur mengungkapkan, sebanyak 11 temuan karya inovasi OPD dan BUMD yang mendaftar. Namun yang mengikuti penilaian 10 temuan, karena satu di antaranya mengundurkan diri.

Dari jumlah itu, dua di antaranya (ATCS Audio Announcer dan Cek Kir Online temuan Dinas Perhubungan) maju ke tingkat nasional. Selanjutnya Cek Kir Online masuk Top 40. Untuk dua temuan lainnya, yakni Pak Waris (pelayanan akta kematian lewat whatsapp dan gratis) dari Disdukcapil dan Si Bahenol (sistem informasi BPHTB online) karya Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) maju ke tingkat Jateng, kemudian terpilih masuk 10 besar inovasi terbaik Jateng.

"Semua temuan harus bisa digunakan untuk daerah lain juga," ungkapnya.