Geber Urban Farming, Disperpa Dorong Calon WUB Kembangkan Sistem Hidroponik

MAGELANG – Dinas Pertanian dan Pangan (Disperpa) Kota Magelang hari rabu (18/05/2022) di Rumah Putih Kalpataru Taman Kyai Langgeng Eco Park kembali menggelar pelatihan pertanian berbasis Urban Farming untuk menumbuhkan Wira Usaha Baru (WUB) sektor pertanian di Kota Magelang. Kali ini peserta calon WUB dilatih Budidaya Tanaman Sistem Hidroponik. Melalui kegiatan pelatihan ini, peserta diharapkan dapat meningkatkan ketrampilan dan jejaring usahanya sehingga lebih siap menjadi Wira Usaha Baru (WUB) di sektor pertanian. Kegiatan pelatihan yang diikuti sekitar 30 peserta dari kelurahan se-Kota Magelang dengan bimbingan sejumlah narasumber dari RAS Djava Magelang, Tumidi (praktisi Hidroponik Jurangombo Selatan) hingga anggota  DPRD Kota Magelang. Selain pengetahuan dan ketrampilan, peserta juga mendapatkan bahan percontohan berupa saprodi hidroponik.

Kepala Disperpa, Eri Widyo Saptoko didampingi Kabid Pertanian, Uswatun Hasanah, mengatakan kegiatan pelatihan Budidaya Tanaman Sistem Hidroponik merupakan Pelatihan Urban Farming Series. Kegiatan ini sangat penting dalam upaya pemantapan bingkai program dan kegiatan urban farming di Kota Magelang. Ke depan, lanjutnya, pertanian perkotaan atau akrab disebut urban farming menjadi sangat penting di saat lahan pertanian produktif utamanya di perkotaan terus menyusut untuk aktivitas non pertanian. “Masyarakat perlu terus didorong untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus mulai belajar bermetamorfosa menjadi WUB untuk meningkatkan kesejahteraan keluarganya,”jelasnya.

Lebih lanjut Eri memaparkan, semakin menyempitnya lahan pertanian produktif di Kota Magelang bukan berarti tertutupnya peluang pengembangan budidaya komoditas pertanian. Berkurangnya luas lahan pertanian justru harus menjadi tantangan bagi Dinas Pertanian dan Pangan (Disperpa) Kota Magelang dan calon WUB sektor pertanian untuk semakin inovatif mengoptimalkan pilihan teknologi dalam bingkai Urban Farming. Salah satunya melalui pemanfaatan teknologi hidroponik (budidaya tanaman tanpa media tanah). “Sekedar kilas balik ya..upaya mengenalkan teknologi hidroponik ini kepada masyarakat sudah dimulai Disperpa sejak awal Januari 2020 di area kantor Disperpa Jalan Kartini No. 3 Magelang. Saat itu komoditas yang diujicoba melon dan kangkung. Alhamdulillah hasil panennya secara kualitas sangat baik. Berat melon saat itu rata-rata mencapai 1,4-1,5 kg dengan derajat kemanisan lebih dari 10 brix. Sementara sayur kangkung beratnya mencapai 0.5 kgm per rumpun. Menariknya hampir seluruh bagian tanaman, termasuk pangkal batangnya layak dikonsumsi,”ceritanya bangga.

Wakil Walikota Magelang, Drs. KH. Mansyur, M.Ag  dalam kesempatan membuka kegiatan Pelatihan Budidaya Tanaman Sistem Hidroponik turut mengapresiasi terlaksananya kegiatan pelatihan serta peran aktif peserta calon WUB yang mengikuti kegiatan tersebut. Menurut  Mbah Masyur, demikian beliau akrab disebut,  kegiatan pelatihan diharapkan akan semakin mendorong tumbuhnya jumlah Wira Usaha Baru (WUB) sektor pertanian di Kota Magelang. “Selanjutnya bila WUB semakin tumbuh maka harapannya sektor pertanian semakin berkontribusi dalam peningkatan pertumbuhan ekonomi di Kota yang kita banggakan ini,”tandasnya.

Terinformasi saat ini lahan pertanian produktif Kota Magelang tinggal menyisakan areal seluas 161,34 hektar dengan rincian 142,83 hektar dan tegalan 18,51 hektar. Jumlahnya setiap tahun semakin menyusut dari tahun ke tahun, sehingga untuk memperkuat ketahanan pangan Kota Magelang perlu mengoptimalkan pemanfaatan pekarangan yang diperkirakan  jumlahnya melebihi luas lahan pertanian produktif yang ada saat ini. Sejumlah potensi adopsi inovasi dan teknologi pertanian, termasuk budidaya tanaman sistem hidroponik dapat diterapkan oleh masyarakat sebagai WUB, pemerhati dan hobbiis pertanian di Kota Pakuning Tanah Jawa itu.  

Seperti diketahui Urban Farming dipastikan menjadi solusi pengembangan pertanian di wilayah perkotaan seperti Kota Magelang. Keterbatasan luas lahan pertanian produktif dapat dieliminir dengan penerapan berbagai inovasi teknologi pertanian seperti hidroponik, vertikultur, aquaponik, kebun atap, taman vertikal dan sejenisnya. Bagi masyarakat, pengembangan urban farming bermanfaat selain merekatkan hubungan sosial juga dapat menciptakan lahan terbuka hijau yang lebih nyaman serta mereduksi dampak pencemaran di lingkungan perkotaan. (among_wibowo, red)