Kantor Kelurahan Representatif Ujung Tombak Layanan Masyarakat

MAGELANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Magelang berupaya meningkatkan pelayanan di tingkat kewilayahan, salah satunya dengan membangun kantor kelurahan yang representatif. Sebab, kelurahan menjadi ujung tombak layanan kepada masyarakat.

Hal itu dikatakan Walikota Magelang, Sigit Widyonindito di sela kegiatan Mlaku-mlaku Tilik Kampung di Kelurahan Panjang, Kamis (12/11/2020). 

Sigit mengatakan, tak lama lagi kantor Kelurahan Panjang akan dibangun di atas tanah yang lebih luas guna meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

“Saat ini tanah di sekitar Kantor Kelurahan Panjang sudah kita bebaskan dengan biaya sekitar Rp 1 miliar. Dari awal yang hanya beberapa meter, sekarang luasan totalnya mencapai 357 meter persegi. Sangat cukup untuk mendirikan kantor kelurahan yang sangat representatif melayani masyarakat kita dengan baik,” katanya.

Menurut Sigit, ketersediaan kantor representatif menjadi urgensi pemerintah. Sebab, kantor-kantor ini menjadi garda terdepan memberikan layanan kepada masyarakat.

“Rakyat urus apa-apa pasti lewat kantor kelurahan. Di Kelurahan Panjang ini sudah semakin maju dan rakyatnya sejahtera, lingkungannya bersih, sehingga kantor kelurahannya pun harus yang representatif,” ucapnya.

Di sela kegiatan Mlaku-mlaku Tilik Kampung, ia juga memberikan apresiasi kreativitas masyarakat Panjang yang tetap semangat meski suasana pandemi Covid-19 masih terjadi. Masyarakat bahkan mampu mendirikan taman-taman kreatif, yang kelak dapat menjadi daya tarik wisatawan luar daerah.

“Ada Taman Kyai Bogem, Taman Edukasi, dan Taman Kyai Sepanjang ini ke depan saya yakin dapat menjadi daya tarik tersendiri. Ditambah pembangunan yang dilakukan pemerintah sudah sangat baik. Ada Taman Majapahit yang tadinya lingkungannya dipenuhi PKL, sekarang sudah menjadi tempat selfie baru bagi anak-anak kita,” katanya.

Pada kesempatan itu, Sigit menyalurkan bantuan sebanyak 105 paket sembako. Ia melakukannya secara door to door guna mencegah kerumunan di satu tempat sekaligus menerapkan protokol kesehatan.

“Disamping itu saya ingin melihat dan menguatkan Satgas Jogo Tonggo di RW 1 sampai dengan RW 8 yang ada di Panjang ini. Termasuk menyerap aspirasi masyarakat,” katanya.

Lurah Panjang, Sonny Suharto juga mengapresiasi Wali Kota Magelang dan jajarannya yang memantau secara langsung kesiapan Satgas Jogo Tonggo. Terlebih di Hari Kesehatan Nasional saat ini, ia mendorong agar masyarakat senantiasa patuh terhadap protokol kesehatan dan menjalankan pola hidup sehat.

“Dengan program Mlaku-mlaku Tilik Kampung secara langsung kita sudah menjalankan aktivitas olahraga. Maka tidak heran jika tadi dari RW 1 sampai RW 8 di Panjang ini sangat antusias. Ini bukan setingan dari kelurahan, tapi memang muncul dari diri mereka sendiri,” ujarnya.

Sonny menuturkan, Kelurahan Panjang punya slogan “Sehati” yaitu sehat dan berprestasi, ke depan berencana untuk mengembangkan potensi pariwisata. Sebab, ada banyak cerita rakyat yang berkembang bahwa di Kelurahan Panjang ini menjadi tempat makam para pemuka agama di masa lalu.

“Ada makam Kyai Bogem dan Kyai Sepanjang, kami melihat bahwa ini sangat potensial sehingga kita kembangkan ditambah ada taman edukasi. Nantinya di taman edukasi ini, kita sediakan cerita rakyat dan sejarah perjuangan para tokoh agama mensyiarkan agama,” paparnya. (prokompim/kotamgl)