FWD: Tenis

Pemkot Magelang berencana akan membangun monumen Taruna di lahan pohon jati yang berada di perbatasan antara Kota dan Kabupaten Magelang, Jalan Mayjend Bambang Soegeng, Magelang Selatan. Rencana pembangunan patung tersebut menyusul kesepakatan bersama antara Akademi Militer (Akmil) dengan Pemkot Magelang, terkait penataan lahan kosong yang menjadi aset Akmil itu.

Gubernur Akmil, Mayor Jenderal TNI Dudung Abdurachman mengatakan, monumen akan diisi sosok Penata Rama yang merupakan pimpinan drum band Caka Lokananta Akmil.

"Taman depan Artos itu belum jadi taman, masih pohon jati. Nah, nanti akan dibuatkan Pemkot Magelang, ada ikonnya Penata Rama sedang memegang stik di tangan kiri dan tangan kanan memberi hormat, sebagai ikonnya Kota Magelang. Jadi, orang tahu Magelang itu berarti Akademi Militer," kata Dudung, saat memberi sambutan latihan bersama tenis di Lapangan Tenis Indoor Armada, Magelang, Jumat (13/9).

Keinginan membuat patung ikon Kota Magelang ini, kata Dudung, sebenarnya bukan pertama kali muncul. Sebelumnya, Angkatan 91 AKABRI juga punya rencana yang sama.

"Tapi waktu itu saya usul, karena kurang tepat, kalau Alumni itu mending berkontribusi saja untuk Akademi Militer. Lantas saya berpikir, kenapa tidak sinergi saja dengan Pemkot Magelang. Akhirnya tercetus ide ini, sehingga ke depan kalau orang dari arah Jogja masuk ke Kota Magelang, akan melihat patung ini terlebih dahulu," ujarnya.

Dia menjelaskan bahwa soal lahan yang kini tertanam pohon jati atau yang akrab disebut masyarakat sebagai segitiga Akmil itu bukan hanya milik Akademi Militer saja. Melainkan milik negara yang bisa dipergunakan untuk kepentingan masyarakat.

"Aset ini kan milik bersama. Kita nggak boleh egois atau berpikir sentralistik, seakan-akan itu punya kita. Ya, lebih baik dimanfaatkan untuk kepentingan bersama," tandasnya.

Walikota Magelang, Sigit Widyonindito menanggapi gembira soal rencana pembangunan patung ikonik di gerbang masuk Kota Sejuta Bunga itu. Pemkot bahkan berencana mengalokasikan dana Rp3-4 miliar dari APBD untuk pembangun taman sekaligus patung taruna Akademi Militer.

"Aset ini punyanya Akmil, tapi jadi luar biasa kalau menjadi ikonnya Kota Magelang. Ini tentu saja akan membuat sinergitas antara Pemkot Magelang dengan Akmil terus terbangun sampai kapanpun," ujarnya.

Sigit menyebut jika peran Akademi Militer selama ini sudah cukup besar, dalam berkontribusi terhadap penaikan ekonomi kerakyatan. Ia mengaku sering mendapat curhatan warga, ketika Akmil menggelar acara, maka yang paling diuntungkan adalah para pedagang, jasa perhotelan, dan masyarakat Kota Magelang pada umumnya.

"Termasuk saat reuni akbar Akmil. Hampir warung-warung, jajanan, kulineran masyarakat saya itu bersyukur sekali karena dagangannya selalu habis. Ya, kalau bisa usul, nanti jangan hanya sekali setahun lah, tapi setahun bisa empat kali reuni, kan masyarakat seneng itu," tuturnya.(humaspemkotmagelang)