Jurangombo Selatan Inovatif Kembangkan Potensi di Bidang Pertanian hingga Wisata

MAGELANG – Setiap kampung di Kota Magelang selalu memiliki potensi, kreasi, dan inovasi tersendiri. Masyarakat selalu semangat, termasuk dalam mengembangkan strategi menghadapi pandemi Covid-19.

Hal ini diungkapkan Wali Kota Magelang, Sigit Widyonindito, saat menggelar program Mlaku-mlaku Tilik Kampung (MMTK) tahun 2020 di Kelurahan Jurangombo Selatan, Magelang Selatan, Kamis (15/10/2020).

“Sampah plastik, yang biasanya hanya dibuang, oleh masyarakat Jurangombo Selatan ini bisa diubah menjadi energi. Bahkan, sepeda motor nyala kalau diberi bahan bakar sampah,” kata Sigit, di sela kunjungannya.

Di Kelurahan Jurangombo Selatan, orang nomor satu di Kota Sejuta Bunga itu terkesima dengan budidaya jamur yang diolah menjadi makanan dengan rasa yang sangat enak.

“Lima tahun yang lalu kita ikrarkan bahwa di Jurangombo Selatan ini jadi tempat penanaman pohon buah berbagai macam. Sekarang kita menikmatinya, sedang panen, ada 14 jenis buah, seperti jambu, sirsak, manggis, kelengkeng, mangga, dan lainnya. Ini juga jadi upaya masyarakat kita untuk menguatkan ketahanan pangan,” tandasnya.

Di bidang seni budaya, Sigit mengapresiasi anak-anak Jurangombo Selatan yang tampil atraktif menarikan tari tradisional. Ia berharap, organisasi perangkat daerah (OPD) bisa lebih memperhatikan terhadap seni dan budaya, terutama di kampung-kampung.

“Seni tradisional mampu mengajarkan anak-anak kita tentang budaya lokal yang sangat positif,” ucapnya.

Pada kesempatan itu, Sigit berkunjung ke ratusan rumah-rumah warga sembari memberikan bantuan untuk mengurangi beban masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19. Bantuan tersebut antara lain, 2 thermo gun dan 1 sprayer disinfektan di tiap RW.

Sedangkan masing-masing kepala keluarga, juga mendapatkan bantuan sembako seperti beras 20 kilogram, 2 kilogram telur, 1 dus mi instan, kecap, dan minyak.

“Bantuan ini semoga bermanfaat bagi saudara-saudara kita yang terdampak pandemi. Berasnya 20 kilogram, harapannya bisa untuk konsumsi harian selama dua bulan,” ujarnya.

Sementara itu, Lurah Jurangombo Selatan, Misrun mengaku bangga lingkungannya mendapat kunjungan dari Wali Kota Magelang beserta jajaran Pemkot Magelang. Menurutnya, di kelurahan yang memiliki 9 RW dan 48 RT ini punya potensi yang sangat besar.

“Potensi dan apa yang dapat kita raih sekarang ini tentu tidak terlepas dari peran Bapak Walikota Magelang. Karena selama 10 tahun ini, kita merasakan betul pembangunan. Tidak hanya di tengah kota, tapi di sudut-sudut kampung pun sekarang sudah menjelma sebagai lingkungan yang maju dan berkembang,” paparnya.

Misrun berharap, banyaknya potensi di Jurangombo Selatan, mampu menjadi penopang ekonomi masyarakat Kota Magelang. Salah satunya, lewat pengembangan destinasi wisata.

“Sampah diubah jadi BBM, tentu bisa meningkatkan daya saing daerah. Kemudian ada juga Kampung Getuk, Kampung Buah, yang diharapkan kedepan mampu menjadi destinasi baru pariwisata,” pungkasnya. (prokompim/kotamgl)