Koordinasi Teknis perencanaan serta pengawasan pembangunan Fisik REST AREA GUNUNG TIDAR sebagai destinasi Wisata Unggulan Daerah

Koordinasi Teknis perencanaan serta pengawasan pembangunan Fisik yang telah berjalan pada tahap koordinasi kerja dengan pemenang lelang tender pekerjaan barang dan jasa PENGADAAN GEDUNG KANTOR , Jasa Konsultan . 
Pada tahap ini PPK pejabat Pembuat Komitmen berkewajiban membuat SPPBJ ( Surat Perintah Pengadaan Barang dan Jasa ) kepada penyedia untuk segera melakukan pekerjaan teknis Perencanaan Pengawasan DED ( Detail engineering Development ) Rest Area sesuai Jadwal yang tertera pada Klausul SPK / Surat Perintah ( Perjanjian ) Kerja yang segera di agendakan .
Adapun dalam koordinasi tersebut salah satu dari beberapa hal kesimpulan diskusi adalah ketetapan DED 3 Alokasi paket pekerjaan yang harus di selesaikan oleh pemenang lelang meliputi 1. Perencanaan , Pengawasan pembangunan 7 unit Toilet dengan pagu anggaran sebesar 261.800.000 .2.Pembangunan 6 unit kios souvernir / cinderamata dengan pagu anggaran 270.000.000.dan yang terakhir adalah penataan landscape ( Tata area , lokasi / tempat ) 1 unit paket dengan biaya anggaran sebesar 566.955.000 . CV.WISANGGENI sebagai pemenang lelang dengan alamat Jl. Jend. A Yani No.170-A, Kedungsari, Magelang Utara, Kota Magelang, Jawa Tengah 56114 di percaya sebagai mitra kerja / partner Pemerintah Daerah Pemerintah Kota , OPD DISPORAPAR KOTA MAGELANG Jl.Gatot Subroto no 54 .
Koordinasi di hadiri oleh Tim Kerja Pemerintah Kota serta Kepanitian Pengadaan Barang dan Jasa , terdiri atas perwakilan OPD PERHUBUNGAN / BAPPEDA Pemerintah Kota / bid .Pengadaan Barang Jasa , SATPOL PP serta dari OPD DISPORAPAR , Sub.Bag Program dan Keuangan , Bidang Olahraga , Pariwisata serta dari CV.WISANGGENI .
Selain itu dari sekian saran serta masukan yang menjadi bagian kesepakatan kerja di sampaikan oleh Penyedia / CV.WISANGGENI , yang satu di antaranya adalah " Pembangunan Kios , antara satu dengan yang lain sebanyak 6 unit harus ada selisih jarak lokasi ( tanpa sekat pembatas ) serta model bangunan yang kondisikan harus menyesuaikan lahan / struktur tanah dengan tinggi rendah posisi ruang bangun / lahan ) .