Bansos JPE Untuk Pengembangan UMKM di Kota Magelang

Pemerintah Kota (Pemkot) Magelang menyerahkan bantuan sosial Jaring Pengamanan Ekonomi (JPE) Provinsi Jawa Tengah tahap I dan II kepada sejumlah pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Kota Magelang.

Penyerahan secara simbolis dilakukan oleh Wali Kota Magelang Sigit Widyonindito kepada perwakilan pelaku UMKM di Terminal Tidar Kota Magelang, Jumat (10/7/2020).

Turut hadir dalam acara tersebut Wakil Wali Kota Magelang Windarti Agustina, Kapolres Magelang AKBP Nugroho Ari Setyawan, dan pewakilan Kodim 075 Magelang.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Magelang Catur Budi Fajar Sumarmo menjelaskan, kegiatan ini untuk mendukung kebijakan Gubernur Jawa Tengah tentang kebangkitan pelaku UMKM Jateng di tengah pandemi Covid-19 sehingga mereka mampu menggerakkan perekonomian masyarakat.

Catur menyebutkan, penerima bantuan sosial tahap I di Kota Magelang berjumlah 183 UMKM terdiri dari peket 1a sebanyak 98 UMKM, paket 1b 71 UMKM dan paket 2 14 UMKM. Tahap ini disalurkan melalui 9 SRC (Sampoerna Retail Community) di Kota Magelang.

Sedangkan penerima bantuan sosial tahap II berjumlah 48 UMKM terdiri dari paket 1a sebanyak 14 UMKM, paket 1b sebanyak 24 UMKM dan paket 2 sebanyak 10 UMKM. Tahap ini disalurkan 3 SRC.

“Masing-masing paket isinya berbeda, meliputi telur, gula pasir, tepung terigu, minyak goreng, dan mentega,” kata Catur disela-sela kegiatan.

Pemberian bantuan sosial JPE ini bertujuan memberikan rangsangan kegiatan usaha produksi pelaku UMKM bidang mekanan kecil/snack yang diharapkan dapat mendukung penciptaan lapangan pekerjaan, penanggulangan kemiskinan dan peningkatan penghidupan berkelanjutan di masa pandemi Covid-19.

“Manfaat bantuan JPE ini agar UMKM khususnya bidang usaha makanan kecil/snack agar tetap berproduksi dan mampu bertahan dalam mengelola usahanya di tengah pandemi Covid-19,” tandasnya.

Wali Kota Magelang Sigit Widyonindito menyampaikan, ini merupakan perhatian luar biasa dari pemerintah untuk pelaku UMKM sebagai salah satu unsur penggerak ekomoni rakyat.

Ia pun berpesan agar mereka tetap bersemangat, tidak putus asa, meski diakui pandemi Covid-19 menyebabkan usaha mereka tersendat.

“Ini bentuk perhatian pemerintah luar biasa. Manfaatkan bantuan ini sebaik-baiknya untuk mengembangkan usaha, jangan patah semangat. Tapi jangan lupa tetap jaga kualitas, rasa dan pengemasannya juga harus baik,” tutur Sigit. (pro/kotamgl)