Pelatihan Ketrampilan di BLK Kota Magelang Tinggi Peminat

Animo masyarakat terhadap program peningkatan ketrampilan yang diselenggarakan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Magelang melalui Balai Latihan Kerja (BLK) tergolong tinggi. Bahkan, BLK harus melakukan seleksi pendaftar yang ingin mengikuti program tersebut.

Kepala BLK Kota Magelang, Suparto, menyebutkan program pelatihan yang paling banyak peminat antara lain tata boga, tata rias, menjahit dan montir sepeda motor. 
 
"Setiap paket pelatihan kami buka kuota 16 orang pendaftar, tapi peminatnya bisa sekitar 30-50 orang. Maka kami harus seleksi dulu," ujar Suparto, ditemui di kantornya, Jumat (10/5/2019).
 
Saat seleksi tersebut akan diketahui latar belakang pendidikan, motivasi mengikuti pelatihan dan yang paling penting adalah keseriusan mereka untuk mengembangkan keterampilan. Jika pendaftar tidak lolos pada seleksi pertama maka bisa mendaftar lagi di seleksi paket selanjutnya.
 
"Kami lakukan seleksi dengan wawancara, kami prioritaskan yang benar-benar serius, dan punya motivasi tinggi untuk ikut pelatihan," tandasnya.
 
BLK memiliki setidaknya enam paket pelatihan peningkatan keterampilan yakni menjahit, montir sepeda motor, tata rias, tata boga, komputer dan bahasa asing. Paket pelatihan tersebut seluruhnya dibiayai menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Magelang.
 
Suparto berujar, paket pelatihan yang dibiayai APBN meliputi menjahit, montir sepeda motor dan tata rias. Pelatihan ini terbuka untuk masyarakat tidak terbatas dari Kota Magelang tapi dari luar daerah, seperti Kabupaten Magelang dan Temanggung.
 
"Sedangkan dari APBD meliputi montir sepeda motor, menjahit, tata boga, tata rias, ditambah komputer dan bahasa asing. Paket ini hanya bisa diikuti oleh warga asal Kota Magelang," imbuhnya.
 
Selama 20 hari peserta akan mendapatkan materi sesuai bidang yang dipilih. Materi disampaikan oleh para pakar, baik secara teori maupun praktek langsung.
 
Menurutnya, program pelatihan ini merupakan upaya Pemerintah Kota Magelang untuk menekan angka pengangguran di Kota Magelang dan sekitarnya. Diharapkan keterampilan peserta meningkat sehingga ke depan memiliki daya saing tinggi saat memasuki dunia kerja, atau bisa mengembangkan usaha sendiri sesuai bidang masing-masing.
 
Afiatul Rohmah (22) salah satu peserta pelatihan tata rias, mengaku senang bisa ikut program pelatihan yang diadakan oleh BLK Kota Magelang. Ia mendapatkan materi tentang tata rias langsung dari pakarnya dan langsung dipraktekkan. 
 
"Saya awalnya tidak suka merias wajah, tapi melihat peluang bisnis make-up saat ini menggiurkan jadi saya ingin belajar, syukur-syukur ke depan bisa buka usaha tata rias," ujar wanita asal Kecamatan Kajoran, Kabupaten Magelang ini.
 
Senada dikatakan Nurul, peserta pelatihan tata boga asal Kampung Karang Lor, yang mengaku ingin terus belajar memasak. Di BLK ia mendapat pengetahuan baru yang sebelumnya tidak pernah di dapat, misalnya tentang penggunaan bahan-bahan makanan berkualitas, teknik mengolah bahan makanan dan sebagainya. 
 
"Kami diajari langsung cara bikin kue nastar, cake roll, ayam kremes, dan sebagainya. Kami jadi tahu apa dan bagaimana cara yang benar, terus terang ini sangat bermanfaat dan bisa langsung dipraktekkan langsung," ucap Nurul yang sudah merintis usaha catering di rumahnya itu. (humaspemkotmagelang)