Pelaku UMKM Makanan Di Kota Magelang Diminta Punya Sertifikat Halal

Para pelaku usaha makanan ringan atau snack di Kota Magelang diminta untuk memiliki sertifikat dan label halal pada produk-produknya. Sertifikat ini selain menjamin kehalalan produknya juga dapat meningkatkan akses pemasaran.

Kepala Dinas Perindustrian dan Pedagangan (Disperindag) Kota Magelang, Sri Retno Murtiningsih, memaparkan label halal akan berpengaruh pada produk makanan yang diproduksi, terlebih Kota Magelang merupakan daerah dengan mayoritas penduduk beragama Islam.

“Kita hidup di masyarakat yang mayoritas umat muslim. Otomatis, label halal berpengaruh pada produk makanan yang diproduksi. Karena itu kami harap para pelaku usaha untuk memiliki serfitikat halal itu,” kata Sri, dikantornya, Rabu (13/3/2019).

Pihaknya akan memberikan pendampingan para pelaku usaha dalam kepengurusan sertifikat halal tersebut, termasuk memfasilitasi sampai sertifikat dan label itu diperoleh. Tahun 2019 ini, pihaknya telah memberi fasilitas kepada 18 produk untuk mendapatkan sertifikat halal. 

"Jumlah ini lebih banyak dari tahun 2018 sebanyak 12 produk dan tahun 2017 hanya 10 produk. Kami berkomitm untuk memdampingi para pelaku usaha dan memfasilitasinya," tutur Sri.

Dijelaskan, sudah dua tahun ini Disperindag telah bekerja sama dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) dalam penerbitan sertifikat halal ini, termasuk bekerja sama dengan organisasi perangkat daerah (OPD) lainnya, seperti Dinas Kesehatan.

“Untuk memastikan produk yang dibuat itu halal tentu harus melalui uji laboratorium. Untuk uji lab itu kita gandeng Dinas Kesehatan. Selain itu, kita juga syaratkan usaha yang produknya akan mendapat sertifikat harus sudah mengantongi izin PIRT (produk industri rumah tangga),” jelasnya.

Retno menilai, pendampingan dan fasilitasi pelaku usaha makanan ringan kemasan untuk mendapatkan sertifikat dan label halal memang penting. Hal ini mengingat biaya untuk mendapatkan sertifikat tersebut terbilang tidak murah.

“Biayanya sekitar Rp 2,5 juta sampai Rp 3 juta per produk. Berlakunya selama dua tahun dan bisa diperpanjang. Memang agak mahal, tapi manfaatnya luar biasa, seperti kepercayaan konsumen meningkat dan bisa memperluas pemasaran,” paparnya.

Melihat pentingnya sertifikat halal ini, imbuh Retno, pihaknya akan terus memberi fasilitas kepada para pelaku usaha. Apalagi, jumlah usaha makanan ringan di Kota Sejuta Bunga cukup banyak jumlahnya dan diyakini banyak yang belum bersertifikat halal.

“Kalau jumlah UMKM kita ada lebih dari 7.500, terdiri dari industri, dagang, jasa, dan lainnya. Termasuk di dalamnya usaha pembuatan makanan ringan yang mayoritas dikerjakan di rumah-rumah,” jelasnya. (humaspemkotmagelang)