Hari Jadi Kota Magelang, Dalang Letda Sugiharto Tampilkan 'Setyaki Krida'

Tampil dalam rangkaian kegiatan memperingati Hari Jadi Kota Magelang ke-1113 tahun 2019 di kawasan situs bersejarah Kota Magelang, Mantyasih, Rabu (10/4/2019) hingga Kamis (11/4/2019) pagi, dalang Letnan Dua (Letda) Sugiharto, anggota Batalyon Armed 3/105 Tarik Magelang, menampilkan lakon atau ceritera 'Setyaki Krida'.

"Setyaki jarang dijadikan tokoh utama. Namun dalam pementasan ini dicoba untuk mengangkat tokoh Setyaki sebagai tokoh utama dalam ceritera ini. Pada masa mudanya Setyaki gemar olah keprajuritan dan bertapa, yang menjadikan dirinya sangat sakti. Ia juga memperoleh anugerah dari Dewata berupa sebuah pusaka bernama Gada Kiai Lukitosari," ujar Letda Sugiharto kepada KRJOGJA.com.

Ketika perang Bharatayudha, R Setyaki sangat setia menjadi kusir kerata Prabu Kresna ke medan perang membantu para Pandawa. Ia meninggal dunia setelah Perang Bharatayudha dengan kemenangan para Pandawa akibat perang gada sesama Wangsa Yadawa, Wresni dan Andaka.

Falsafah yang bisa diambil dari tokoh Setyaki adalah seorang punggawa yang jujur, cerdas, bertanggungjawab, kuat hati, tidak mengenal menyerah, pengabdian sangat total, seorang religius, mencintai rakyat dan sangat setia kepada pimpinan.

Dalam pementasan ini ada dua tokoh Punakawan, yaitu Petruk dan Bagong, yang muncul dan bertamu saat adegan 'Limbukan'. Dalam pementasan ini, penampilan kedua tokoh Punakawan ini berbeda. Ini mengangkat sinergitas antara pemerintah dengan TNI dan Polri di dalam mensukseskan Pemilu 2019. Walikota Magelang Ir H Sigit Widyonindito MT bersama Wakil Walikota Magelang Dra Windarti Agustina maupun lainnya juga tampil dalam adegan 'Limbukan' ini untuk menghibur masyarakat dengan melantunkan sebuah lagu.

Dunia pewayangan sudah tidak asing lagi bagi Sugiharto. Kakeknya seniman. Bapaknya pemain wayang orang. Pria kelahiran Kulonprogo 8 Februari 1977 ini tertarik dengan pewayangan karena hampir setiap saudara atau tetangga yang menggelar hajatan selalu ada wayang. Sugiarto kecil tidak pernah absen menonton wayang, meskipun harus begadang sampai malam. Kemudian muncul keinginannya untuk mempelajari wayang.

Ia kemudian belajar kepada seorang dalang asal Kecamatan Pakis Kabupaten Magelang. Beberapa kali berlatih, Sugiharto dinilai berbakat menjadi dalang. Sugiharto pun semangat belajar wayang, meskipun dengan otodidak di sela-sela aktivitasnya sebagai anggota TNI AD.(kr)