Petani Panen Kacang Panjang Kegiatan OPGSUP3, Kadisperpa Apresiasi Kinerja Pejuang Pangan

MAGELANG – Pandemi Covid-19 tak menyurutkan perjuangan para petani untuk terus berkontribusi dalam produksi pangan di Kota Magelang. Dukungan Dinas Pertanian dan Pangan (Disperpa) Kota Magelang kepada petani yang berupa Jaring Pengaman Ekonomi (JPE) sektor pertanian tahun 2020 mulai membuahkan hasil. Melalui kegiatan Optimalisasi Pemanfaatan Galengan Sawah Untuk Peningkatan Pendapatan Petani.(OPGSUP3) yang bersumber dari Dana Insentif Daerah (DID), sejumlah petani sejak beberapa hari terakhir sudah mulai menikmati hasil panenan kacang panjang. Tak ayal kegiatan ini tidak saja mampu mendorong produktivitas petani dalam diversifikasi komoditas pertanian, tetapi juga menopang ketahanan pangan daerah dan ekonomi rumah tangga tani di Kota Magelang. 

Salah satu petani, Sumadi, dari kelompok tani Subur Makmur kelurahan Magelang mengungkapkan kebahagiaannya atas hasil panen kacang panjangnya. Dia menerangkan dari bantuan JPE Disperpa, meskipun waktunya tidak bisa bersamaan, petani di wilayahnya semua bisa berkesempatan tanam kacang panjang dan buncis di pematang/galengan. “Saya sudah 2 kali panen dengan total lebih dari 34 kg. Dijual ke warung Rp 8 ribu per kg, alhamdulillah lumayan bisa menambah pendapatan keluarga sambil menunggu panenan padi sawah,”terangnya.

Senada dengan Sumadi, Pitoyo, petani lainnya dari poktan Campursari kelurahan Tidar Selatan juga sudah mulai memetik hasil panen kacang panjang di pematang sawahnya. Menurut Dari keterangannya, ia sudah beberapa kali panen dan puluhan kilogram kacang panjang telah ia jual ke warung-warung di sekitar tempat tinggalnya. “Syukur alhamdulillah, kegiatan menanam sayuran di pematang dapat mengisi ruang kosong dengan kegiatan yang produktif dan menghasilkan. Terima kasih Disperpa,”ujarnya.

Terkait hal tersebut, Kadisperpa, Eri Widyo Saptoko, ditemui di ruang kerjanya hari kamis (11/02/2021) mengapresiasi kinerja petani pejuang pangan selama situasi pandemi covid 19. Menurutnya para petani binaan Disperpa telah menunjukkan kinerja yang positif untuk mendukung upaya pemenuhan kebutuhan pangan di Kota Magelang. Kegiatan BTT yang mulai dilaksanakan akhir tahun 2020 lalu, lanjutnya, diharapkan dapat membantu petani menekan dampak ekonomi akibat pandemi covid 19. “Alhamdulillah petani sudah mulai berproduksi kacang panjang, hasilnya bisa dijual untuk menambah pendapatan keluarga atau dikonsumsi sendiri,”ungkapnya.

Lebih lanjut Eri menegaskan bahkan saat ini ada tren yang terus meningkat budidaya sayuran dengan memanfaatkan sekitar lahan sawah hingga lahan pekarangan. Pihaknya terus memotivasi para petani padi sawah melakukan diversifikasi komoditas. Disamping menanam komoditas utama padi sawah, petani juga dapat mengoptimalkan pemanfaatan lahan pematang/galengan yang selama ini tidak dimanfaatkan untuk komoditas sayuran seperti kacang panjang, buncis dan sayuran daun lainnya. Harapannya produksi dan diverisifikasi hasil-hasil pertanian utamanya padi dan sayuran dapat terus berjalan dan tidak terpengaruh adanya pandemi covid 19. “Akumulasi aktivitas semacam ini tentunya sangat berguna untuk menopang ketahanan pangan daerah dan ekonomi rumah tangga tani di Kota Magelang terutama pada masa pandemi covid 19,”tandasnya.

Terinformasi kegiatan Optimalisasi Pemanfaatan Galengan Sawah Untuk Peningkatan Pendapatan Petani merupakan tindak lanjut dari pemberian bantuan Jaring Pengaman Ekonomi (JPE) sektor pertanian kepada petani padi sawah. Bantuan dari Pemerintah Kota Magelang itu diserahkan langsung oleh Walikota Magelang di Gedung Bumi Kyai Sepanjang Magelang pada awal Desember 2020 lalu. Bantuan antara lain berupa 153 paket bantuan saprodi pertanian yang terdiri dari benih kacang panjang, benih buncis, pupuk NPK, Pupuk Organik Cair (POC), pupuk kandang dan lanjaran bambu.

Penyuluh Pertanian Madya pada Disperpa, Among Wibowo, mengakui realita lahan pertanian di Kota Magelang dari tahun ke tahun semakin menyusut. Namun Among berpendapat kondisi saat ini tidak boleh menyurutkan upaya untuk meningkatkan produksi pangan masyarakat. Ke depan, lanjutnya, kegiatan pengembangan pertanian perkotaan (Urban Farming) menjadi kunci penting suksesnya pembangunan pertanian di Kota Magelang. Sementara terkait produksi kacang panjang hasil kegiatan optimalisasi pemanfaatan galengan yang sudah menuai hasil, ia mengatakan hal itu sebagai wujud kehadiran pendampingan kepada petani selama proses produksi bahan pangan ditengah situasi pandemi covid 19. “Kami senang petani sudah menuai hasil usaha taninya, mudah-mudahan sekecil apapun itu dapat berkontribusi untuk kehidupan petani dan keluarganya,”pungkasnya. (amw, red)