Mina Padi

Untuk kedua kalinya, Dinas Pertanian dan Pangan (Disperpa) Kota Magelang kembali menggelar tebar bibit ikan nila di area demonstrasi plot (demplot) budidaya Mina Padi Gapoktan Agung Tuk Sari Kelurahan Cacaban, Magelang Tengah. Upaya ini menjadi inovasi baru, di tengah makin sempitnya lahan pertanian produktif di Kota Sejuta Bunga.

"Seperti tebar perdana mina padi dan mina cabai di Kelurahan Magelang pekan lalu, kali ini kita maksudkan sebagai optimalisasi fungsi lahan sawah sebagai unit produksi komoditas pertanian dan perikanan di Kota Magelang," kata Kepala Disperpa Kota Magelang, Eri Widyo Saptoko, di sela acara, Rabu (9/10).

Ia menjelaskan, Gapoktan Agung Tuk Sari Cacaban ditebari 65 kilogram bibit ikan nilai di lahan sawah seluas 1.800 meter persegi. Tujuannya, sebagai salah satu inovasi dan optimalisasi lahan produktif yang bermuara pada peningkatan kesejahteraan petani.

"Tebar bibit menjadi salah satu langkah solutif pemerintah karena keterbatasan lahan dan semakin menyempitnya lahan pertanian di Kota Magelang," ujarnya.

Eri menyebutkan bahwa di kota seluas 18,56 kilometer persegi ini tinggal menyisakan 161,34 hektar dengan rincian 142,83 sawah dan 16,51 hektar ladang. Diperkirakan, jumlah ini akan terus menipis seiring dengan bertambahnya pertumbuhan penduduk dan pemukiman warga.

"Oleh karena itu, inovasi dan kreasi menjadi satu-satunya strategi yang bisa kita praktikkan untuk mengoptimalisasi lahan produktif, yang ujungnya meningkatkan kesejahteraan masyarakat petani," ungkapnya.

Menurut Eri, kegiatan demplot ini juga sebagai tindak lanjut dari Pelatihan Mida Padi dan Studi Tiru MNina Padi, serta Mina Cabai di Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Mina Muda Dusun Samberembe, Desa Candibinangun, Kecamatan Pakem, Kabupaten Sleman beberapa waktu lalu. Di demplot Mina Padi di Kelurahan Cacaban ini juga terinspirasi dari Samberembe, yang terfokus pada ujicoba varietas baru padi Inpari-32 dan pembesaran ikan nilai.

Ditambahkan Kepala Bidang Pangan, Disperpa Kota Magelang Dwi Ratri bahwa usaha Mina Padi dengan benar diyakini bisa menambah pendapatan para petani. Ia mencotohkan hasil panen petani di Dusun Samberembe. Di dusun tersebut, lahan Mina Cabai seluas 500 meter persegi, dapat diperoleh keuntungan sekitar Rp6 juta.

"Kalau biasanya, petani hanya bisa panen padi saja, dengan usaha tani Mina Padi ini petani juga memperoleh hasil ikannya. Semoga dalam 3-4 bulan ke depan petani sudah dapat memanen ikan sekaligus padinya,” imbuhnya. (humaspemkotmagelang)