PUTUS RANTAI SEBARAN COVID-19, LAPAS MAGELANG TEGAS TERAPKAN PROTOKOL KESEHATAN DAN SEDIAKAN LAYANAN KUNJUNGAN ONLINE

Jumlah warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Magelang, baik narapidana (Napi) dan tahanan titipan mengalami over kapasitas melebihi 100%. Ditemui di kantornya, Senin (10/8/2020), Cahyo Sunarko, Amd. IP. S.Sos selaku Kasi Administrasi Keamanan dan Tertib Lapas Kelas II A Magelang mengatakan bahwa kini Lapas Magelang ditempati 455 warga binaan, sementara kapasitas idealnya hanya 221 warga binaan. 
 
“Hal ini terjadi karena pertama, Lapas Magelang ada di dua wilayah hukum, yaitu Kabupaten Magelang dan Kota Magelang. Kedua, Lapas Magelang saat ini memiliki program rehabilitasi narkoba, sehingga ditunjuk oleh Kementrian Hukum & HAM RI untuk melaksanakan rehabilitasi narkoba di Jawa Tengah. Sebesar 500 untuk rehabilitasi sosial dan 200 untuk rehabilitasi medis. Itu yang akhirnya menjadikan Lapas Magelang menerima narapidana dari luar Magelang. Ketiga, Magelang menjadi koordinator di wilayah Kedu, jadi jika ada narapidana yang pidananya lebih dari satu tahun dititipkan di Lapas Magelang” jelas Cahyo.
 
Dimasa pandemi Covid-19 seperti ini, Lapas Magelang tegas dalam menerapkan protokol kesehatan. “Untuk sementara pemindahan dari setiap UPT di luar Lapas Magelang ditunda dulu. Untuk protokol kesehatan penerimaan tahanan baru titipan dari kepolisian sementara ditangguhkan dan hanya menerima yg sudah inkrah, yaitu yang sudah vonis dan akan menjalani masa pidana di Lapas Magelang. Semua itu melalui protokol kesehatan, diantaranya sebelum dititipkan harus rapid test dan cek darah dengan hasil non-reaktif. Setelah itu harus menjalani masa isolasi mandiri selama 14 hari yang mendapat pengawasan ketat dari tim medis Lapas Magelang. Setelah 14 hari dinyatakan sehat, baru di pindahkan di blok blok” ungkap Cahyo.
 
Sementara itu untuk memutus rantai Covid-19, pihaknya sudah menyediakan layanan kunjungan via online dengan warung telepon khusus (wartelsus) bagi warga binaan yang ingin melakukan videocall dengan keluarga. “Untuk kunjungan langsung juga sementara ditunda sampai ada petunjuk dari pemerintah pusat. Sebagai gantinya, disediakan kunjungan secara virtual. Ada alat yang disediakan oleh wartelsus untuk videocall dengan keluarga. Kunjungan virtual ini boleh setiap hari karena kami menyediakan beberapa bilik. Untuk penitipan barang pun telah diatur. Keluarga boleh menitipkan barang berupa makanan yang dijadwalkan hari Senin dan Kamis, kalau uang dari Senin sampai Sabtu dibuka pelayanannya mulai dari jam 09.00 - 11.30. Barang yang masuk tersebut juga melewati protokol kesehatan, dimana ada petugasnya yang mengecek" ujar Cahyo.
 
Dikatakan oleh Cahyo bahwa semua penghuni warga binaan pemasyarakatan (WBS) di Lapas Magelang patuh terhadap aturan yang berlaku karena selalu diberikan edukasi dan sosialisasi tentang protokol kesehatan. “Hampir dikatakan semua WBS di sini baik narapidana maupun tahanan mematuhi aturan itu. Kami memberikan edukasi & sosialisasi tentang protokol kesehatan maupun bahaya penyebaran Covid-19. Petugas Lapas terjun langsung, mulai dari Kalapas, Pejabat Struktural, maupun petugas petugas yang berhubungan langsung dengan mereka. Jadi intinya, ini demi kseselamatan WBS yang ada di dalam maupun keluarganya yang ada di luar. Alhamdulillah di sini tidak ada yang reaktif karena setiap hari tim kesehatan melakukan pengecekan untuk WBS maupun petugasnya” Imbuhnya.
 
“Bagi warga Magelang & sekitarnya khususnya yang anggota keluarganya menjadi tahanan di Lapas Magelang, kami dari pihak Lapas Magelang memohon maaf bahwa kunjungan langsung atau besukan sementara masih ditunda, belum ada perintah dari pusat untuk membuka kembali hal ini dikarenakan untuk pencegahan penyebaran Covid-19, Kita berdoa bersama supaya keluarga yang ada di Lapas Magelang tetap sehat dan nantinya dapat berkumpul kembali dengan keluarga. Kebetulan Lapas Magelang sedang menuju kategori wilayah bebas korupsi jadi mohon dukungannya dari semua” pungkasnya. (diskominsta)