Pemkot Magelang Optimalkan OPD Antisipasi Bencana

Pemerintah Kota Magelang Magelang mengoptimalkan organisasi perangkat daerah (OPD) yang memiliki kewenangan penanganan bencana alam. Ini merupakan langkah antisipasi dalam menghadapi pontesi bencana pada musim penghujan awal tahun 2020 ini.

Kepala Satpol PP Kota Magelang, Singgih Indri Pranggana, menyebutkan pihaknya telah mengoptimalkan tugas dan fungsi satuan pemadam kebakaran (Damkar) dan perlindungan masyarakat (Linmas) untuk antisipasi penanganan bencana.

“Saya mulai mengoptimalkan dua satuan itu untuk mengantisipasi potensi bencana alam yang terjadi. Personel Damkar kita siap menangani masalah bencana alam, juga Linmas yang tersebar hingga ke tingkat RW,” ujarnya, Kamis (9/1/2020).

Dia menuturkan, optimalisasi peran Linmas tak lepas dari jumlahnya yang banyak hingga ratusan personel yang tersebar hingga ke tingkat rukun warga. Mereka juga yang paling dekat dengan masyarakat dan lingkungannya, sehingga penanganan bencana bisa lebih cepat.

“Personel Linmas yang inti ada 40-an orang, tapi yang di tingkat bawah mencapai ratusan. Ini yang kita optimalkan baik dalam penanganan maupun tindakan pencegahan atau preventif. Ini penting agar masyarakat juga memahami potensi bencana yang ada di lingkungannya,” katanya.

Selain itu, kata Singgih, pihaknya juga belum lama ini membentuk kelurahan tangguh bencana yang berjumlah empat, yakni kelurahan Wates, Kramat Utara, Jurangombo Selatan, dan Rejowinangun Selatan. Termasuk mengukuhkan tim relawan tangguh bencana di kelurahan-kelurahan tersebut.

“Kita bentuk di kelurahan tersebut, karena memang potensi bencana alamnya di kawasan tersebut. Karakteristiknya berbeda-beda, ada yang rawan longsor, pohon tumbang, hingga terjadi angin ribut,” jelasnya.

Sementara itu, Wali Kota Magelang, Sigit Widyonindito, telah menginstruksikan seluruh pimpinan organisasi perangkat daerah untuk memetakan dan turun ke lapangan untuk mengatasi dampak hujan ekstrem agar tidak menimbulkan keresahan masyarakat.

"Pimpinan OPD yang membidangi harus keluar dan kalau hujan jangan tidur. Analisa dicicil mana yang parah, dan ini diurai. Sekarang anggaran sudah jalan, nanti di perubahan (APBD Perubahan) atau di penetapan (APBD murni)," katanya.

Menurutnya, pentingnya pengelolaan kota secara profesional, termasuk terkait dengan antisipasi dan penanganan dampak hujan ekstrem di daerah setempat. Ia juga mengingatkan pentingnya infrastruktur dan fasilitas publik lainnya tetap berfungsi secara optimal.

"Kita sudah harus tanggap, ini musimnya apa. Kejadian di luar kota itu juga pembelajaran bagi kita untuk waspada sesuai bidang masing-masing. Kalau kita selalu 'ngecek' (mengecek), insyaallah selalu aman dan aman gitu," ujarnya. (pro/kotamgl)