Hadapi New Normal, Disperpa Bekali Pokdakan dan Poklahsar Ketrampilan Pengolahan Hasil Perikanan

MAGELANG-Dinas Pertanian dan Pangan (Disperpa) Kota Magelang hari rabu (08/07/2020) menggelar kegiatan Pelatihan Teknologi Pengolahan Hasil Perikanan bagi para pembudidaya ikan, pengolah dan pemasar perikanan Kota Magelang di Green House Disperpa, Jl. Kartini No.3 Magelang. Kegiatan yang dikemas dengan protokol kesehatan pengendalian Covid 19 itu diikuti 40 peserta dari perwakilan kelompok pembudidaya ikan (pokdakan) dan kelompok pengolah dan pemasar perikanan (poklahsar) se-Kota Magelang. Narasumber tunggal yang dihadirkan adalah Nurul Indah Khasanah, praktisi sekaligus Owner Khansa Food Yogyakarta. Kegiatan ini dimaksudkan untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan peserta dalam bidang pengolahan hasil perikanan, khususnya menghadapi era New Normal.

Kepala Disperpa, Eri Widyo Saptoko dalam sambutannya pada pembukaan kegiatan menyatakan Pemerintah Kota Magelang melalui Disperpa terus aktif mendorong upaya peningkatan ketrampilan bagi para pelaku perikanan agar mampu survive sekaligus jeli menangkap peluang usaha di era new normal. Secara potensi, lanjutnya, pengembangan budidaya perikanan di Kota Magelang relatif terbatas, namun masih sangat terbuka untuk mengeksploitasi potensi usaha olahan perikanan. “Saya berharap melalui pelatihan ini peserta dapat meningkatkan ketrampilan usaha pengolahan hasil perikanan sekaligus mletik pikir untuk membangun jejaring pemasaran untuk produk olahan yang dihasilkan,”katanya.

Lebih lanjut Eri mengungkapkan sampai saat ini komoditas ikan masih menjadi sumber protein hewani yang utama bagi manusia. Kandungan gizinya yang tinggi berupa protein, mineral, vitamin dan lemak tak jenuh membuatnya mulai digemari masyarakat modern dari seluruh kelompok umur. “Kegiatan pengolahan ikan yang tepat akan memudahkan kita mendapatkan zat gizi yang terbaik dari ikan,”terangnya.

Sementara itu Kabid Peternakan dan Perikanan, Hadiono didampingi Kasi Perikanan, Windo Atmoko menerangkan pemanfaatan ikan sebagai bahan baku pengolahan hasil perikanan penting dilakukan untuk memperbaiki cita rasa dan meningkatkan daya tahan ikan. Selain itu, lanjutnya, pengolahan ikan dapat memaksimalkan manfaat hasil tangkapan dan hasil budidaya ikan. Saat ini industri pengolahan ikan skala rumah tangga masih terbuka untuk dikembangkan di Kota Magelang. “Terlebih di tengah situasi pandemi Covid 19, banyak sekali usaha masyarakat mengalami trend penurunan, namun realitasnya sejumlah usaha pengolahan hasil perikanan justru kebanjiran order,”jelasnya.

Terinformasi ruang lingkup kegiatan Pelatihan Teknologi Pengolahan Hasil Perikanan kali ini meliputi 4 poin, yaitu Teknis Pengemasan dan Pengolahan Hasil Perikanan, Motivasi dan Mindset Bisnis Produk Hasil Perikanan, Praktik Pilus Tenggiri dan Praktik Pembuatan Sambal Tuna Pedas. Diharapkan para pelaku perikanan (istri-istri pembudidaya ikan, pengolah dan pemasaran perikanan) meningkat produktitivitasnya dalam menghasilkan produk olahan ikan yang layak jual, meskipun dengan keterbatasan sarana produksi. (among_wibowo, red)