Antisipasi Balita Gizi Buruk, Disperpa Kota Magelang Lakukan Pendekatan SKPG

Dinas Pertanian dan Pangan (Disperpa) Kota Magelang melalui Bidang Ketahanan Pangan pada hari jumat, 22 Februari 2019 di Aula Dinas Pertanian dan Pangan Jl. Kartini No.3 Magelang melaksanakan kegiatan pembinaan bagi keluarga/orang tua yang mempunyai balita dengan kategori gizi buruk. Tujuan kegiatan ini untuk menekan angka balita kurang gizi di Kota Magelang. Dalam rangka pembinaan dan pemantauan pertumbuhan balita dengan status gizi buruk tersebut, Disperpa menggandeng OPD terkait antara lain Dinas Kesehatan, Puskesmas Magelang Utara, Puskesmas Magelang Tengah dan Puskesmas Magelang Selatan, Bappeda dan BPS.

Kepala Disperpa Kota Magelang Eri Widyo Saptoko dalam sambutannya yang dibacakan Kepala Bidang Ketahanan Pangan, Taat Sutjiati, menyampaikan bahwa kegiatan pembinaan dan pemantauan terhadap keluarga/orang tua yang mempunyai balita kategori gizi buruk merupakan bagian dari pendekatan pencegahan rawan pangan di Kota Magelang melalui pengembangan Sistem Kewaspadaan Pangan dan Gizi (SKPG). Dikatakannya, SKPG salah satunya dilakukan dengan peramalan situasi pangan dan gizi, termasuk peramalan ketersediaan pangan dan pemantauan pertumbuhan balita.

Dalam kesempatan tersebut, diserahkan pula tali asih berupa paket susu, biskuit dan bubur bayi kepada 15 balita dari 3 kecamatan se-Kota Magelang yang mengalami kekurangan gizi. Tali asih ini merupakan wujud dari kepedulian dan intervensi Pemerintah Kota Magelang melalui Dinas Pertanian dan Pangan kepada masyarakat dengan sasaran warga yang berpotensi dan rawan terkena gizi buruk.

Di akhir kegiatan, Taat Sutjiati yang akrab dengan sapaan Cicik menekankan kepada pihak keluarga/orang tua sasaran kegiatan ini bahwa gizi merupakan unsur yang sangat penting di dalam tubuh. Dengan gizi yang baik, tubuh akan segar dan kita dapat melakukan aktivitas dengan baik. Gizi harus dipenuhi justru sejak masih anak-anak, karena gizi selain penting untuk pertumbuhan badan, juga penting untuk perkembangan otak. “Untuk itulah, orang tua harus mengerti dengan baik kebutuhan gizi si anak agar anak tidak mengalami kurang gizi, disamping juga harus mengetahui apa dan bagaimana kurang gizi itu,”tandasnya. (among_wibowo, red)