Bank Jateng Beri Bantuan Freezer kepada Pedagang Pasar Rejowinangun

Bank Jateng cabang Magelang memberikan bantuan berupa 1 unit lemari pendingin (freezer) kepada pedagang daging di Pasar Rejowinangun, Kota Magelang.

Secara simbolis bantuan diserahkan Pimpinan Bank Jateng Cabang Magelang Wahyu Wibowo, kepada Sekretaris Daerah Kota Magelang Joko Budiyono, di komplek Pasar Rejowinangun Magelang, Rabu (4/12/2019). Bantuan kemudian diserahkan kepada perwakilan pedagang.

Wahyu menjelaskan, freezer berkapasitas sekitar 715 liter itu bisa digunakan untuk menampung persediaan daging pedagang terutama menjelang Natal dan Tahun Baru 2020.

"Bantuan ini sesuai dengan kebutuhan pedagang saat ini. Sebelumnya Pemkot, dalam hal ini Disperindag (Dinas Perindustrian dan Perdagangan) sudah melakukan observasi terlebih dahulu," jelasnya disela-sela kegiatan "Ngopi Bareng" Pemkot Magelang dan Bank Jateng bersama Pedagang Pasar Rejowinangun, Rabu (4/12/2019).

Menurut Wahyu, pemberian bantuan tersebut merupakan salah satu wujud komitmen Bank Jateng dalam mendukung program pemerintah khususnya terkait pengembangan ekonomi kerakyatan. Tujuan akhir program ini adalah untuk kesejahteraan masyarakat.

"Kami selalu support kegiatan Pemkot Magelang, tentunya dalam hal mensejahterakan masyarakat. Selain di pasar, kami juga dukung kegiatan olahraga, keagamaan, dan kegiatan umum lainnya," ungkapnya.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Magelang, Sri Retno Murtiningsih, menyampaikan terimakasih atas bantuan dari Bank Jateng berupa freezer yang sangat bermanfaat bagi pedagang. Freezer bisa dipakai secara komunal oleh beberapa pedagang daging di pasar tradisional ini.

"Freezer berguna untuk mengamankan daging agar lebih awet, terutama untuk menghadapi Natal dan Tahun Baru 2020 yang biasanya banyak permintaan. Sehingga daging tetap laik konsumsi atau aman, sehat, utuh dan halal (ASUH)," papar Sri.

Sekretaris Daerah Kota Magelang Joko Budiyono, berpesan agar freezer tersebut dimanfaatkan sebaik mungkin, serta dijaga agar bisa dipakai dalam jangka waktu panjang. Sejauh ini bantuan baru 1 unit dan tidak menutup kemungkian bantuan akan ditambah sesuai kebutuhan.

"Manfaatnya untuk menyimpan daging yang belum terjual, jadi pedagang tidak perlu repot membawa pulang. Untuk itu saya pesan agar dijaga dan dirawat," katanya.

Menurutnya, untuk membangun ekonomi kerakyaatan memang perlu dibangun dari pasar tradisional. Ini menjadi salah satu program Pemkot Magelang, tidak hanya di Rejowinangun tapi juga pasar tradisional lainnya di Kota Magelang.

Pada kesempatan itu, hadir pula Anggota Komisi B DPRD Kota Magelang Aji Setiawan, dan sejumlah pengurus serta anggota Paguyuban Pedagang Pasar Rejowinangun.

Sobirin alias Kelik, pedagang sekaligus pengurus Paguyuban Pedagang Pasar Rejowinangu, mengaku senang dan berterimakasih atas bantuan yang diberikan oleh Bank Jateng cabang Magelang dan Pemkot Magelang. Ia mengaku akan mengatur manajemen penyimpanan daging mengingat ada banyak pedagang daging di pasar yang pernah terbakar 2008 silam itu.

"Terimakasih kepada Bank Jateng, Pemkot Magelang atas kepercayaannya kepadakami. Mudah-mudahan bisa dimanfaatlan, meski kapasitas relatif kecil tapi kami akan mengaturnya," tuturnya. (humaspemkotmagelang)