Nenek Sukapti Wakafkan Tanah Untuk Masjid di Kampung Menowo

MAGELANG – Warga Kampung Menowo RW 2 Kelurahan Kedungsari Kota Magelang bakal memiliki masjid sendiri. Hal ini tak lepas dari peran Sukapti (89) yang mewakafkan tanahnya seluas 359 m2 untuk pembangunan masjid yang diberi nama Baitussalam ini.

Wali Kota Magelang Sigit Widyonindito, yang disaksikan Sukapti, berkesempatan meletakkan batu pertama sebagai tanda dimulainya pembangunan masjid Baitussalam, Rabu (2/12/2020). Pembangunan diperkirakan selesai dalam beberapa bulan ke depan. 

Wali Kota Magelang, Sigit Widyonindito mengaku, bahagia dengan peletakkan batu pertama pembangunan Masjid Baitussalam ini. Ia pun meminta panitia untuk langsung melanjutkan pembangunan setelah kegiatan ini.

Wali Kota Magelang saat Memberikan Sambutan pada Acara Peletakan Batu Pertama Masjid Baitussalam

“Saya tau niatan dari ibu Sukapti sudah lama ingin mewakafkan tanahnya ini untuk bangun masjid. Alhamdulillah dalam waktu dekat segera terwujud, sehingga wakafnya ini menjadi amal jariyah beliau bersama keluarga,” ujarnya yang juga merupakan warga kampung ini.

Sigit menyebutkan, desain dari masjid ini haruslah bagus, bahkan unik. Disebutkannya desain merupakan campuran model Masjid Al-Haram di Mekah, Masjid Nabawi di Madinah, dan Joglo Jawa.

“Jadi, desainnya perpaduan gaya timur tengah dan Jawa. Rumah Allah harusnya yang terbaik, tapi esensinya pembangunan ini diharap dapat membawa keberkahan dan manfaat bagi umat, terutama kemakmuran dari masjid itu sendiri,” katanya.

Wakif, Sukapti menuturkan, momen ini sudah ditunggu-tunggu sejak lama. Maka, ia pun merasa sangat bahagia ketika apa yang diinginkan akhirnya bakal terwujud, apalagi ia masih bisa melakukan secara langsung peletakkan batu pertama ini.

Pemberi Wakaf (Wakif), Sukapti

“Tanah ini pusaka leluhur kami. Saya sudah tinggal di lingkungan ini sejak tahun 1933, yang saat itu ikut mbah. Kemudian tahun 1959 saya lanjut sekolah di jogja,” tuturnya didampingi anaknya, Zulfikar.

Ia bercerita, tanah berupa pekarangan ini memang kurang terurus dengan baik. Kemudian terpikir mewakafkannya untuk pembangunan masjid dengan harapan tanah ini bisa bermanfaat untuk lebih banyak orang, bukan hanya perorangan saja.

Sementara itu, Ketua Panitia Pembangunan, Bambang Setyawan mengutarakan, di Kampung Menowo ini memang hanya RW 2 yang belum memiliki masjid. Sementara di RW 1 dan RW 3 sudah memiliki masjid sendiri.

“Kami sangat bersyukur, karena Ibu Sukapti dengan ikhlas mewakafkan tanahnya seluas 359 m2 ini untuk pembangunan masjid. Masjid yang terbangun nanti diharap berfungsi sebagai tempat pembinaan mental dan spiritual, khususnya generasi muda dalam mensyiarkan Islam,” jelasnya.

Penyerahan Sertifikat Tanah dari Perwakilan Pemberi Wakaf kepada Panitia Pembangunan

Ia menyebutkan, pembiayaan pembangunan masjid direncanakan sebesar Rp 1,5 miliar. Pihaknya pun membuka kesempatan kepada siapapun untuk memberikan bantuan baik doa, moril, maupun materil kepada panitia pembangunan.

“Kami berharap, proses pembangunan berjalan lancar dengan dukungan dana swadaya warga kampung serta donasi dari dermawan,” ungkapnya. (prokompim/kotamgl)