Buka Training Camp Tenis Lapangan, Sigit Berharap Pertenisan Indonesia Membaik

Magelang - Prestasi atlet tenis lapangan Indonesia selama beberapa tahun terakhir belum mampu bersinar. Baik di tingkat regional maupun nasional. Hal itu dikatakan oleh Walikota Magelang, Sigit Widyonindito, saat membuka Indonesia National Training Camp untuk atlet tenis lapangan usia 12 tahun di GOR Tenis Indoor Armada, Sabtu (1/12).
 
"Terus terang, tingkat nasional maupun regional, (atlet tenis lapangan) belum berbicara secara signifikan. Apalagi di tingkat Asia," ujar Sigit. Untuk menciptakan atlet-atlet potensial, kata dia, tidak bisa dilakukan secara instan. Harus melalui proses panjang yang dilakukan secara kontinyu dan berkelanjutan. "Seperti training camp ini. Jadi anak-anak disiapkan, dilatih. Tidak lain maksudnya adalah untuk mempersiapkan generasi terbaik tenis di Indonesia," katanya. Sigit berharap, anak-anak peserta training camp bisa mengambil inspirasi dari para atlet tenis lapangan yang sempat jaya pada masanya. Seperti Hardiman, Yus Tejo, Martina, Yayuk Basuki, dan lainnya.
 
"Mereka semua tidak tanggung-tanggung dalam menggeluti olahraga tenis lapangan. Dibutuhkan tanggung jawab besar, disiplin, kemauan keras. Semoga saja pertenisan nasional semakin maju, diperhitungkan seperti waktu dulu," imbuh Sigit. Sementara itu, Wakil Ketua Bidang Pembinaan Pengurus Besar Persatuan Tenis Lapangan Seluruh Indonesia (PB PELTI), Dedi Prasetyo menjelaskan, Indonesia Training Camp  merupakan program jangka panjang PB PELTI.
 
"Jadi melalui training camp ini, kita membina anak-anak usia 16 tahun ke bawah. Yaitu kelompok usia 16 tahun, 14 tahun, dan 12 tahun. Anak-anak ini berasal dari seluruh Indonesia," jelas Dedi. Kegiatan ini, kata Dedi, bertujuan untuk meningkatkan kualitas skiil secara komprehensif, baik fisik, taktik, maupun mental para pemain. Para peserta akan diberikan pelatihan selama lima hari, mulai tanggl 1-5 Desember 2018 di Lapangan PELTI Kota Magelang.
 
"Jadi biar anak-anak tahu metode untuk meningkatkan permainan sepertu apa," katanya. Training camp ini sendiri diikuti oleh anak-anak pilihan yang memiliki kemampuan bagus dalam bidang olehraga tenis lapangan. Mereka akan berlatih selama 5 hari, yaitu 1-5 Desember 2018 di "Bukan anak-anak pilihan yang peringkat 1 atau 2. Tapi anak-anak yang kemampuannya terus berkembang. Peringkat 1 atau 2 itu kan bukan jaminan, kalau peringkat tidak konsisten atau berkembang ya kalah," terangnya. (humaspemkotmagelang)