Cuaca Ekstrim, Panen Ubinan Padi Sawah Binaan Disperpa Tetap Tinggi

MAGELANG – Cuaca ekstrim yang ditandai dengan intensitas curah hujan yang sangat tinggi hampir di semua wilayah Indonesia tak menghalangi semangat petani Kota Magelang untuk terus berkontribusi dalam produksi pangan. Kondisi ini tampak dalam kegiatan panen ubinan padi di kampung Tulung kelurahan Magelang hari senin kemarin (01/03/2021). Meskipun cuaca tidak bersahabat (baca intensitas curah hujan tinggi, red), nyatanya panen ubinan padi sawah petani masih tinggi, 8,75 ton GKP/ha.

Adalah Sumadi, ketua poktan Subur Makmur kelurahan Magelang yang panen padi varietas Inpari 43. Bersama Penyuluh Pertanian dan Petugas Lapangan Dinas Pertanian dan Pangan (Disperpa) Kota Magelang, Sumadi melaksanakan ubinan padi varietas Inpari 43 di lahan seluas 0,2 hektar. Hasil panen ubinan padi sawah menunjukkan hasil yang sangat signifikan, 8,75 ton GKP/hektar, melebihi rata-rata hasil capaian petani di Jawa Tengah yang hanya di kisaran 6,5-6,8 ton GKP/hektar. 

Kepala Disperpa Kota Magelang, Eri Widyo Saptoko hari selasa (02/03/2021) di ruang kerjanya menyambut gembira hasil positif ubinan padi yang ditorehkan petani. Eri mengapresiasi produksi padi petani yang masih tetap tinggi di tengah-tengah tantangan cuaca ekstrim saat ini.  “Tetap waspada terhadap cuaca ekstrim dan hasil ubinannya tolong dipertahankan, syukur bisa ditingkatkan dengan terus menerapkan prinsip-prinsip Budidaya Tanaman Sehat,”tegasnya.

Sampai saat ini, lanjut Eri, sektor pertanian masih berkontribusi positif terhadap perekonomian di Kota Magelang. Sekitar 142,83 ha lahan pertanian masih berbentuk sawah irigasi teknis yang potensial untuk pengembangan sektor pertanian, khususnya tanaman pangan dan hortikultura, peternakan dan perikanan. “Sasaran produksi padi sawah tahun ini (2021) adalah 1.894 ton GKP. Angka ini diperoleh dari target luas panen 315 ha dengan rata-rata produktivitas lahan 6,013 ton GKP/ha,”tegasnya.

Terpisah Sumadi, ketua poktan Subur Makmur Kp.Tulung kelurahan Magelang mengucapkan terima kasih atas kesempatan ubinan padi di lokasi sawahnya tahun ini. Hasil tersebut lanjutnya sudah cukup baik daripada rata-rata hasil panen petani. “Alhamdulillah dari giat ubinan ini dapat memberikan kami gambaran produksi yang menggembirakan akan kami raih nantinya,”ujarnya.

Ditambahkannya resep dari hasil ubinannya  tak lain karena pemilihan varietas, perbibitan, olah tanah hingga panen dilaksanakan sesuai anjuran petugas Disperpa. “Dengan kombinasi prinsip-prinsip budidaya tanaman yang baik, serangan OPT dapat diminimalkan dan produksi padi saya bisa maksimal,” jelasnya.

Menurut Ahmad Sholikhun, Kasi Tanaman Pangan Hortikultura, kegiatan ubinan penting secara rutin dilaksanakan untuk monitoring trend produktivitas pertanian sekaligus sebagai data dasar penyusunan target produksi Kota Magelang pada tahun-tahun selanjutnya. Sementara Among Wibowo, penyuluh pertanian wilayah kecamatan Magelang Tengah mengungkapkan ubinan dilaksanakan dengan pemilihan 3 titik sampling pada lahan milik Sumadi. Selanjutnya dilaksanakan ubinan dimana setiap titik sampling berupa petakan 2,5 m x 2,5 m. Hasil panenan ditimbang dan hasilnya dikonversi ke produktivitas (ton/ha) dengan angka pengali 1,6. “Dari hasil ubinan diperoleh angka-angka 6,3 kg, 4,9 dan 5,2 kg sehingga rata-rata 5,47 kg per petak atau setara 8,75 ton GKP/ha,”pungkasnya.(amw, red)